detikNews
Jumat 29 November 2019, 18:32 WIB

Cegah Korupsi, ICW Minta Jokowi Jadikan Reformasi Parpol Agenda Prioritas

Eva Safitri - detikNews
Cegah Korupsi, ICW Minta Jokowi Jadikan Reformasi Parpol Agenda Prioritas Foto: Diskusi Para Syndicate. (Eva Safitri/detikcom).
Jakarta - Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menilai pascareformasi pemerintahan Indonesia hanya melakukan perubahan pada kelembagaan. Ia meminta Presiden Joko Widodo menjadikan reformasi parpol sebagai agenda prioritas.

"Problem kita hari ini kan reformasi berjalan dua dasawarsa, berbagai macam reformasi kelembagaan negara diperkenalkan, berbagai macam metode pemerintahan good governance, lelang jabatan diperkenalkan," ujar Donal dalam diskusi bertema 'Reformasi Dikorupsi vs Reformasi Partai' di Para Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).


"Tapi di Indonesia yang tidak di-reborn adalah partai politik, padahal problem korupsinya ada di politik, jadi ini adalah asimetris. Sebenarnya, problem terbesarnya ada di politik, tapi yang didorong atau dipacu besar besarannya itu adalah reformasi birokrasi," lanjutnya.

Donal mengatakan reformasi politik akan susah terjadi menunggu inisiatif dari parpol itu sendiri. Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk menindaklanjuti dengan tegas.

"Jika menunggu inisiatif dari parpol semata (nggak mungkin) karena itu justru situasi yang sangat susah ya terjadi atau dilakukan. Kalau memang presiden konsisten dan komitmen mencegah partai politik maka reformasi parpol menjadi sesuatu yang harus sesegera mungkin dilakukan," kata Donal.


Dia mengusulkan reformasi kepartaian menjadi agenda prioritas bagi Presiden Joko Widodo. Sebab, kata Donal, kemelut permasalahan yang ada sudah bersumber dari partai.

"Kalau memang Presiden Jokowi concern dengan pencegahan kasus korupsi, nah semestinya reformasi kepartaian ini menjadi salah satu agenda prioritas bagi presiden untuk itu dilakukan. Korupsinya di republik ini justru banyak terjadi dilakukan oleh partai," tuturnya.


Simak Video "Jokowi Dikritik Beri Grasi Koruptor, Yasonna: Banyak yang Tak Dikasih!"

[Gambas:Video 20detik]


(eva/elz)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com