BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Jakarta Februari 2020

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 17:03 WIB
Konferensi Pers BMKG mengenai antisipasi musim hujan di DKI Jakarta. (Yulida/detikcom)
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan akan berlangsung mulai Februari 2020 di wilayah DKI Jakarta. Meski belum memasuki puncak musim hujan, BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai potensi banjir sejak masa transisi saat ini.

"Berdasarkan prediksi kita bahwa untuk DKI Jakarta, puncak musim hujan akan berkisar di bulan Februari," kata Deputi Klimatologi BMKG, Adi Ripaldi, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (29/11/2019).


Ia mengatakan potensi banjir di wilayah Jakarta tak hanya dipengaruhi faktor curah hujan, tetapi juga kondisi hujan di wilayah sekitar Jakarta. Karena itu, BMKG meminta masyarakat memantau dua kondisi itu untuk mewaspadai potensi banjir.

"Banjir DKI tidak hanya dipicu oleh hujan yang ada di DKI saja. Hujan yang di wilayah DKI, termasuk Bogor dan sekitarnya, bisa jadi pemicu jadi banjir di DKI," kata Adi.

"Sehingga kewaspadaan untuk potensi banjir di DKI sebenarnya tidak hanya di bulan puncak musim hujan, tapi di periode Desember hingga Maret masih harus diwaspadai. Karena untuk banjir tidak hanya dalam hitungan bulan, tapi hanya hitungan hari bisa menyebabkan banjir di DKI. Yang perlu diperhatikan hujan di sekitar wilayah DKI," sambungnya.



Simak Video "Ini Wilayah yang Diprediksi BMKG Bakal Turun Hujan di Awal November"



Sementara itu, puncak musim hujan di wilayah Jawa dan Bali diprediksi bakal terjadi pada Februari dan Maret. Sedangkan di wilayah Sumatera sudah terlebih dulu mengalami puncak musim hujan. Contohnya, di beberapa tempat di Sumatera Barat dan Sumatera Utara sudah terdapat laporan banjir dan longsor.

"Kapan puncak musim hujan di beberapa provinsi, Jabar di bulan Maret, Jateng di antara Februari hingga Maret, DIY di bulan Maret, Bali bulan Februari, Jatim sekitar bulan Maret, NTB dan NTT di bulan Februari. Inilah bulan-bulan yang perlu kewaspadaan lebih karena puncak musim hujan yang segera kita hadapi ke depan," ujarnya.

Sedangkan untuk potensi banjir di beberapa wilayah diprediksi dimulai dari masa transisi hingga masa puncak musim hujan. Misalnya potensi banjir yang cukup tinggi di Sulawesi diprediksi pada Januari, sedangkan di wilayah Jawa diprediksi pada Februari.

"Kewaspadaan menghadapi bencana ini tidak hanya di periode Maret, tapi di periode musim hujan maupun di masa transisi seperti sekarang pun perlu diwaspadai karena hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang singkat juga sangat berbahaya di beberapa wilayah kita," ujarnya.


Adi mengatakan, saat ini hingga pertengahan November, baru 16 persen wilayah Indonesia yang memasuki musim hujan. Sedangkan di Jawa, baru di Jawa bagian barat saja yang sudah memasuki musim hujan.

"Kenapa di Jawa ini yang masih jarang hujan karena memang baru di Jawa bagian barat saja yang sudah masuk musim hujan di beberapa daerah, seperti Bogor, Bandung Barat, dan sekitar Sukabumi sudah masuk musim hujan. Baru 16 persen wilayah Indonesia yang masuk ke musim hujan hingga pertengahan November," kata Adi. (yld/fdu)