Digelar Desember, Bali Democracy Forum Bakal Bahas Kepemimpinan Wanita

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 18:17 WIB
Ilustrasi Kemlu. (Seysha Desnikia/detikcom)
Ilustrasi Kemlu. (Seysha Desnikia/detikcom)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bakal menggelar Bali Democracy Forum (BDF) ke-12. Ada 140 negara dan organisasi nonpemerintah internasional yang diundang.

"Sejauh ini di BDF tahun ini kita juga mengundang 140 negara dan organisasi internasional. (Sebanyak) 81 negara dan organisasi sudah confirm dan kita harapkan akan terus bertambah yang hadir. Enam menlu sudah confirm hadir di BDF 2019. Di level wakil menteri juga sudah 6 yang confirm hadir. Kita berharap jumlah terus akan bertambah," kata Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Cecep Herawan, di Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).



BDF ke-12 bakal digelar di Bali, 5-6 Desember 2019, dengan tema 'Democracy and Inclusivity'. Dalam forum nanti bakal dibicarakan soal peran serta masyarakat yang dinilai penting dalam kehidupan demokrasi, termasuk soal kepemimpinan perempuan di dunia.

"Salah satu peran penting yang kita lihat dalam sebuah kehidupan demokrasi, salah satunya adalah peran perempuan. Maka dari itu, kita salah satu tema yang akan diangkat pada BDF ke-12 ini adalah women leadership," ujarnya.

Tema kepemimpinan perempuan itu juga bakal dibahas secara khusus pada panel tingkat menteri. Alasannya, tema kepemimpinan perempuan merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga inklusivitas, satu bagi demokrasi dan satu bagi pembangunan yang bersifat global.

Dalam BDF kali ini, Cecep mengatakan ada sejumlah perubahan. Salah satunya pada format yang panel discussion.

"Di mana tahun ini tidak ada lagi formal general debate. Format tersebut akan berlangsung diskusi antara panelis yang kita pilih dengan delegasi yang hadir. Kedua, bahwa format kita coba sedemikian rupa rancang sehingga akan terdapat panel discussion, di mana yang utamanya adalah Ministry of Panel di mana yang coba kita hadirkan sebagai pembicara utamanya adalah para menteri luar negeri perempuan," tutur Cecep.



Cecep menyebut menlu wanita yang sudah mengonfirmasi kehadiran, selain Menlu Retno Marsudi, adalah Menlu Australia dan Kenya. Nantinya, para menlu wanita ini bakal menyampaikan perspektif kepemimpinan perempuan dari kawasan berbeda.

"Sejauh ini menteri luar negeri perempuan di mana yang sudah confirm datang bukan hanya Menlu Indonesia, tapi juga dari menlu perempuan Kenya dan Australia yang akan menyampaikan perspektif women leadership dari dua kawasan berbeda ini," ujar Cecep.
Selanjutnya
Halaman
1 2