Rommy Marah Merasa Dicatut Nama oleh Sepupu, Bakal Lapor Polisi?

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 14:54 WIB
Romahurmuziy alias Rommy bersama pengacaranya, Maqdir Ismail, dalam persidangan (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Romahurmuziy alias Rommy bersama pengacaranya, Maqdir Ismail, dalam persidangan (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Romahurmuziy alias Rommy marah karena merasa dijual namanya oleh sepupunya, Abdul Wahab, pada mantan pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik bernama M Muafaq Wirahadi. Lantas apakah mantan Ketua Umum PPP itu akan melaporkan sepupunya ke polisi atas persoalan itu?

"Sampai sekarang belum, belum (melaporkan ke polisi)," kata pengacara Rommy, Maqdir Ismail, kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).

Namun kesaksian Wahab dalam persidangan pada Rabu (27/11) kemarin disebut Maqdir benar-benar membuat Rommy marah. Nantinya persoalan itu disebut Maqdir akan diselesaikan secara kekeluargaan.



"Ini kan urusan keluarga ya. Gimana pun juga ini kan saudara sepupu dan ini sudah terjadi. Jadi sementara ini belum (lapor ke polisi)," imbuh Maqdir.

Peristiwa kemarahan Rommy terjadi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu, 27 November kemarin. Saat itu seorang saksi dihadirkan jaksa atas nama Abdul Wahab yang merupakan sepupu Rommy di Jawa Timur (Jatim). Wahab mengaku memanfaatkan nama Rommy untuk mendapatkan bantuan dari M Muafaq Wirahadi.

Muafaq merupakan mantan pejabat di Kemenag Kabupaten Gresik yang disebut menyuap Rommy. Muafaq telah divonis bersalah terbukti menyuap Rommy untuk membantunya mendapatkan jabatan.

Dalam persidangan itu Wahab mengaku mengarang cerita menemui Rommy agar Muafaq bersedia membantunya yang tengah berkampanye sebagai calon anggota legislatif (caleg) untuk DPRD Kabupaten Gresik. Hal itulah yang menyulut amarah Rommy hingga memukul meja.

"Saya malah duduk di sini karena kamu ngaku-ngaku itu," kata Rommy pada Wahab dalam persidangan kemarin.
Dalam surat dakwaan KPK, Rommy diduga menerima Rp 91,4 juta dari Muafaq, yang sebagian dari uangnya digunakan untuk kepentingan Wahab. Jaksa menyebut pemberian ke Wahab itu atas persetujuan Rommy.

Selain itu Rommy juga didakwa menerima suap dari Haris Hasanudin sebesar Rp 325 juta untuk membantunya mendapatkan jabatan sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur atau Kakanwil Kemenag Jatim.

Baik Haris maupun Muafaq telah divonis bersalah. Keduanya dinyatakan hakim terbukti memberikan suap ke Rommy.


Rommy: KPK Hilangkan Peran Khofifah-Kiai Asep di Kasus Jual-Beli Jabatan

[Gambas:Video 20detik]

(zap/dhn)