Mendikbud Nadiem Bicara Masalah SDM Indonesia: Kerja Lambat-Tak Disiplin

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 13:41 WIB
Foto: Nadiem Makarim (Lisye Sri Rahayu-detikcom)
Foto: Nadiem Makarim (Lisye Sri Rahayu-detikcom)
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bicara tentang sejumlah masalah pada sumber daya manusia (SDM) Indonesia, terutama anak muda. Masalah itu antara lain dari produktivitas yang lambat hingga tidak disiplin.

Awalnya Nadiem bercerita tentang salah satu perusahaan yang mengirim tenaga medis Indonesia ke Jepang. Namun, selang beberapa bulan, mereka dipulangkan ke Indonesia karena kerjanya lambat.

"Saya ada contoh Ada satu perusahaan mengirim perawat ke Jepang dalam waktu tiga bulan dikirim kembali ke kita. Waktu ditanya kenapa? Mereka bilang pengetahuannya hebat, skill-nya baik sekali, lalu kenapa? Kurang cepat kerjanya. Kalau kaum ekonomis menyayangkan itu produktivitas Indonesia low," ujar Nadiem saat menjadi salah satu pembicara di Ballroom The Ritz Carlton Hotel Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).



Menurutnya, masalah lambat dan tidak disiplin itu terjadi pada semua jenis pekerjaan, mulai dari pembantu rumah tangga hingga perancang perangkat lunak. Masalah tidak disiplin hingga suka menumpuk pekerjaan kerap ditemui.

"Itu bukan hanya formula, di sehari-hari level produktivitas pekerja kita dari pembantu rumah tangga sampai software engineer, yang dibilang karakter untuk bekerja keras, ingin lebih baik lagi, masuk tepat waktu, disiplin dan lain-lain itu adalah hal yang real dari sisi produktivitas bangsa. Tapi di real, di lapangan itu, kepelanan kerja, ketidakdisiplinan kerja, ketidaksempurnaan setiap pekerjaan itu semuanya bertumpuk," ujar dia.

Nadiem mengatakan ada dua formula yang dapat meningkatkan produktivitas kerja orang-orang Indonesia. Pertama adalah mengubah SDM-nya dan kedua adalah pengembangan teknologi.

"Jadi hanya ada dua hal yang bisa meningkatkan satu adalah SDM kita harus berubah kedua teknologi. Ini berbandingan, duanya bisa mendongkrak produktivitas ini," ucapnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2