PKS DKI Berharap DPP Pastikan Nama Cawagub DKI Awal Desember

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 13:34 WIB
Balai Kota DKI (Rengga Sancaya/detikcom)
Balai Kota DKI (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS memastikan nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta. Kepastian itu terkait apakah PKS akan mengakomodasi calon dari Partai Gerindra atau tidak.

"Kita harap mudah-mudahan awal Desember sudah jelas. Kalau memang ada perubahan nama, nama sudah jelas masuk ke kita. Apakah akan mengakomodir usulan Gerindra, kita harap mengerucut awal Desember," ucap Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin, kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).



Arifin menyerahkan soal keputusan tersebut kepada DPP PKS. Bagi dia, Fraksi PKS DKI Jakarta hanya mengikuti instruksi.

"(Penentuan nama) bukan di fraksi, kewenangan di pimpinan pusat. Tugas kita cuma mengawal keputusan DPP," ucap Arifin.

Arifin menyebut DPP PKS masih membahas empat usulan yang disodorkan Gerindra. Ada kemungkinan DPP PKS menerima dan memilih satu nama.

"Belum dapat informasi. Kita dapat informasi sedang ada dinamika. Sedang dibahas, sedang dikaji maslahat bagi masyarakat DKI Jakarta. Empat nama sedang dibahas di DPP PKS. Apakah kita terima salah satunya atau kita tolak, sedang dalam pengujian," ucap Arifin.



Sebelumnya diberitakan, DPD Gerindra DKI Jakarta mengirimkan surat empat calon wagub baru kepada DPP PKS. Mereka adalah Arnes Lukman, Ferry Juliantono, A Riza Patria, dan Sekda DKI Saefullah.

Partai Gerindra masih yakin PKS akan memilih satu dari empat nama cawagub DKI Jakarta yang mereka sodorkan. Jika tidak digubris, Gerindra memprediksi pemilihan akan kembali mandek.

"Jadi satu nama (dari 4 nama yang diajukan Gerindra), PKS yang pilih, bukan kami. (Kalau tidak dipilih) optimistis mandek lagi," ucap Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta.

Syarif masih yakin DPP PKS memilih satu nama. Meskipun, Syarif tidak condong ke salah satu nama.

"Optimistis. Nggak boleh saya sebut satu nama," kata Syarif. (aik/imk)