Bantuan Habis, Korban Banjir Bandang Solok Selatan Tak Punya Makanan

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 12:18 WIB
Dampak banjir bandang di Solok Selatan. (Jeka Kampai/detikcom)

Selain itu, medan yang harus dilewati ke lokasi pengungsian cukup sulit. Menurutnya, stok makanan sudah pernah dikirim tapi habis karena belum stok yang baru belum tersedia.

"Medan yang dilewati cukup sulit. Kita dilanda bencana beruntun, sehingga stok (bantuan) kita habis. Awalnya kan kena bencana tanggal 20 (November), lalu disusul tanggal 22 dan terakhir banjir bandang tanggal 24 (November)," katanya.

Hingga Kamis (28/11) siang, masih ada kawasan yang belum bisa diakses sama sekali, seperti Jorong Manggih. Salah satu relawan, Valerino Tanjung, menyebutkan ada 23 kepala keluarga (KK) yang masih terisolasi atau lebih dari 200 jiwa.

"Kita harus menyusuri jalan sungai dan masuk semak belukar untuk menjangkau lokasi. Jalan awalnya aspal, namun sekarang sudah dipenuhi kayu dan bebatuan, sehingga kita harus menyusuri bantaran sungai. Beberapa titik longsor besar juga ada di sana," jelas Valerino, yang merupakan relawan dari ACT (Aksi Cepat Tanggap).



"Warga di sana sangat membutuhkan bantuan," tambah dia.

Banjir bandang sendiri melanda 9 nagari di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Solok Selatan. Selain menimbun rumah, musibah itu merusak sejumlah fasilitas umum, seperti jembatan. Banjir bandang juga memaksa 580 warga tinggal di pengungsian karena rumahnya tak layak dihuni.

Pemerintah daerah setempat masih menghitung besarnya kerugian akibat bencana. Perkiraan awal, angkanya mencapai Rp 8 miliar lebih.
Halaman

(haf/haf)