Polisi Periksa 6 Saksi di Kasus Anggota DPRD Kabupaten Bogor Tampar Warga

Sachril Agustin B - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 20:13 WIB
Yudi Abadi melaporkan anggota DPRD Kabupaten Bogor Adi Suwardi. (Sachril Agustin/detikcom)


"Hukum tebang pilih itu terbukti kalau berhenti di tengah jalan. Besok orang dengan seenaknya main tampar-tampar, tapi sudah tidak takut lagi dengan proses hukum. Ini menjadi acuan lah buat seluruh masyarakat, khususnya pejabat, bahwa tindakan seperti itu ada sanksi hukum menurut UU yang berlaku di negara ini," ungkap Aripudin.


Seperti yang diketahui, Yudi melaporkan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Adi Suwardi, karena ditampar. Yudi mengaku penganiayaan itu berawal saat dirinya menerima amplop dari calon kepala desa (kades) lain saat pemilihan kepala desa (pilkades), pada 3 November 2019, sekitar pukul 19.30 WIB.

Yudi sendiri mengaku merupakan Koordinator RT (Korde) calon kades 02 Desa Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, yakni Yusuf Aditya. Yusuf, kata Yudi, adalah anak Adi.

"Saya ditampar. Ada sekitar empat kali (ditampar), di sekitar pipi," kata korban, Yudi, usai membuat laporan, di Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (5/11).
Halaman

(jbr/jbr)