Demokrat Tolak Usulan PBNU soal Presiden Kembali Dipilih MPR

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 19:00 WIB
Jansen Sitindaon (Dok. Pribadi)
Jansen Sitindaon (Dok. Pribadi)
Jakarta - PBNU mengusulkan pemilihan presiden dikembalikan ke MPR sebagaimana hasil Munas PBNU pada 2012. Usul itu ditolak secara tegas oleh Partai Demokrat.

"Sikap Demokrat dengan tegas, menolak Presiden kembali dipilih oleh MPR ya," ujar Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Jansen mengatakan rakyat Indonesia memiliki hak untuk langsung memilih presidennya. Menurutnya, jika pemilihan dilakukan oleh MPR, yang menentukan hanya para ketua umum partai di parlemen.

"Hak rakyat untuk memilih langsung pemimpinnya, ini tidak boleh dicabut dan dibatalkan," kata Jansen.

"Sederhananya, dalam tataran praktik, kalau Presiden kembali dipilih MPR, yang menentukan itu ya hanya 9 orang ketua umum partai di parlemen saja. Masa, negeri berpenduduk 260 juta ini yang menentukan presidennya hanya 9 orang saja," sambungnya.

Dia menyebut hak memilih presiden secara langsung tak pernah ada di Orde Baru. Jansen ogah untuk mundur lagi seperti era tersebut.

"Memilih langsung presiden, inilah salah satu hak politik yang hilang di era Orde Baru. Masa, kita mau mundur ke belakang lagi," tuturnya.


Simak Video "PKS Berencana Menemui SBY"

Selanjutnya
Halaman
1 2