Cerita dari Sungai di Shanghai yang Bikin Tito Karnavian Kagum

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 18:11 WIB
Salah satu sudut Shanghai. (Johannes Eisele/AFP)
Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan betapa drastisnya kemajuan Shanghai dalam kurun waktu dua dekade. Sungai yang tadinya hitam kini sudah jernih. Bagaimana Shanghai mengelola sungainya?

Shanghai adalah kota pelabuhan yang makmur di pantai Timur China. Di kota ini, Sungai Yangtze yang terkenal itu bermuara. Selain Yangtze, ada Sungai Huangpu dengan anak sungai yang terkenal antara lain Suzhou, Chuanyang, dan Dianpu.



Dilansir dari situs pemerintah kota Shanghai, area perairan di kota itu ada 697 km persegi atau 11% dari luas wilayah Shanghai. Selain sungai, ada pula danau Dianshan seluas 62 km persegi.

Pada 2019, pemerintah setempat serius menangani masalah pencemaran sungai di Shanghai. Pertama-tama, mereka mulai serius menangani pemilahan sampah secara sukarela (dilakukan oleh pembuang sampah) pada tahun ini. South China Morning Post menilai ini cukup terlambat untuk kota sekelas Shanghai.



Masalah pencemaran sungai tidak hanya menjadi masalah Shanghai, tapi juga China pada umumnya. Bagaimana tidak? Pada survei pemerintah China tahun 2010, setengah dari sumber air minum China tergolong terlalu tercemar untuk dikonsumsi. Seperempat sumber air bahkan tergolong tidak bisa digunakan untuk tujuan industri. Pada 2011, 43% sungai dinyatakan tidak aman untuk manusia.


Simak Video "Mendagri: Pak Anies, Kita Lihat Jakarta Kayak Kampung Dibanding Shanghai"

Selanjutnya
Halaman
1 2 3