Pemusnahan Bahan Peledak Kedaluwarsa di Banjar Bikin Rusak Rumah Warga

M Risanta - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 18:10 WIB
Pemusnahan bahan peledak kedaluwarsa di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, menyebabkan kerusakan rumah warga. (Foto: Istimewa)
Banjarbaru - Warga Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru dan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dikejutkan oleh bunyi dentuman keras siang hari tadi. Warga juga merasakan getaran tanah hebat seperti gempa bumi sehingga memicu kepanikan.

Getaran tanah tersebut bahkan membuat sejumlah kaca rumah pecah dan plafon rumah warga rusak. Warga pun sempat berlarian keluar rumah karena mengira terjadi gempa di daerah rumah mereka tinggal.

"Saat kejadian saya tengah menidurkan anak di ayunan. Tiba-tiba saja bunyi dentuman keras disertai getaran hebat membuat kami bergoyang. Saya pikir gempa bumi dan langsung membawa anak dan istri ke luar rumah," ujar warga Gambut, Gazali, kepada detikcom, Rabu (27/11/2019).


Foto: Istimewa

Meski tak menimbulkan kerusakan berarti, kejadian tersebut membuat istri Gazali trauma. Getaran ini juga membuat kaca dan plafon masjid di Handil Kandangan, Gambut, pecah.

Belakangan diketahui bahwa suara dentuman kencang dan getaran itu berasal dari kegiatan Brimob Polda Kalsel unit Gegana yang melakukan pemusnahan bahan peledak yang sudah kedaluwarsa. Video pemusnahan peledak kedaluwarsa ini langsung viral di media sosial.


Simak Video "Kelompok Teroris Sibolga Miliki 300 Kg Bahan Peledak"



"Kaget banget, lagi asyik istirahat, kami kira ada ban mobil atau truk yang pecah. Nyaring persis suara bom. Saya cari info di medsos eh ternyata ada peledakan bahan peledak dan beberapa rumah warga kacanya pecah," kata warga Liang Anggang, Ali.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes M Rifai mengatakan bahan peledak ini adalah milik sebuah perusahaan. Namun, karena sudah kedaluwarsa, maka harus dilakukan pemusnahan. Pemusnahan bahan peledak ini dilakukan di kawasan Desa Tambak Padi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.


Foto: Istimewa

"Bukan bom, Mas, itu bahan peledak yang kedaluwarsa yang diledakkan. Ada sejumlah bahan peledak yang dimusnahkan tadi, namun kita masih menunggu data dari tim di lapangan," tutur Kombes Rifai saat dimintai konfirmasi terpisah.

M Rifai juga menjelaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab terhadap rumah-rumah warga yang terkena dampak ledakan ini. Polda Kalsel sendiri mengimbau warga yang terkena dampak untuk melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat.

"Kita sudah sampaikan ke warga untuk rumahnya yang terdampak, agar melaporkan ke kantor polisi terdekat. Tentu kita akan ganti rugi atas kegiatan ini. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini," kata Rifai. (jbr/jbr)