Usai Diperiksa KPK, Imam Nahrawi Tulis Pesan di Kertas: Allah Maha Baik

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 17:07 WIB
Foto: Eks Menpora Imam Nahrawi usai diperiksa KPK (Ibnu Hariyanto-detikcom)
Foto: Eks Menpora Imam Nahrawi usai diperiksa KPK (Ibnu Hariyanto-detikcom)
Jakarta - Mantan Menpora Imam Nahrawi diperiksa KPK terkait kasus dugaan suap dana hibah KONI. Usai diperiksa, Imam menunjukkan pesan di atas kertas dan mengajak berselawat.

"Ini suasana bulan Maulid maka umat Islam harus perbanyak selawat. Salah satunya selawat asyghil," kata Imam di gedung KPK Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2019).



Imam keluar dari KPK sekitar pukul 16.30 WIB. Ia keluar dengan rompi tahanan berwarna oranye sambil menunjukkan kertas bertuliskan 'Allah Maha Baik, taqdirnya tak pernah salah'.

Usai Diperiksa KPK, Imam Nahrawi Tulis Pesan di Kertas: Allah Maha BaikFoto: Eks Menpora Imam Nahrawi usai diperiksa KPK (Ibnu Hariyanto-detikcom)


Iamm kemudian berselawat Asyghil sambil berjalan ke mobil tahanan. "Allahumma sholli ala sayidina muhammad wa asyhilidz dzolimin bidz dzolimin. Wa akhrijna min bainihim salimin wa ala alihi wa shohbini ajmain," ujar Imam.

Imam juga mengatakan setiap orang akan menghadapi takdir dari Allah. Menurutnya, takdir Allah itu tidak pernah salah.

"Setiap manusia akan menghadapi takdirnya dan Allah itu Maha Baik, takdirnya tidak pernah salah. Jadi itu hikmah bulan Maulid," ucapnya.



Imam dijerat KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap Rp 26,5 miliar terkait hibah KONI. Selain itu KPK juga menduga Imam menerima uang berkaitan dengan jabatan Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas).

Imam sempat mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka tersebut. Namun, majelis hakim menolak gugatan praperadilan Imam itu sehingga status tersangkanya tetap sah.


Simak Video "Imam Nahrawi Disebut Tak Boleh Dijenguk, Pengacara: KPK Dendam Kesumat"

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/haf)