Kaget Marak Pelecehan Seksual di Transportasi Umum, Kemenhub Akan Berbenah

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 14:21 WIB
Raden Ari Widianto (pertama dari kiri) (Eva Safitri/detikcom)


Ari mengatakan para penyedia jasa layanan transportasi juga sudah memberikan sinyal positif untuk itu. Tinggal menurutnya bagaimana mekanismenya nanti yang akan dibahas oleh Kemenhub.

"Tentunya tadi sudah ada operator transportasi di sektor publik yang sudah bercerita bahwa dan sudah merespons secara positif. Jadi SOP kebijakan yang ada di operator tentunya sudah ditindaklanjuti oleh Kementerian Perhubungan khususnya transportasi darat Dirjen Perhubungan Darat dan Direktorat Lalu Lintas Darat juga tentunya sudah merespons," tuturnya.

"Tentunya harapan kami fokus utamanya adalah bagaimana pencegahan pelecehan seksual ini di transportasi publik namun transportasi privat ataupun pribadi tentunya kami bisa membantu koordinasikan berbagai instansi terkait," lanjut Ari.


Sebelumnya, Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) mengeluarkan hasil survei pelecehan seksual di transportasi umum. Ada 62.224 responden yang didapat secara nasional dan sebanyak 46,8 persen responden mengaku pernah mengalami pelecehan seksual, baik perempuan maupun laki-laki.

Survei itu dilakukan pada 25 November-10 Desember 2018. Transportasi umum yang paling sering terjadi peristiwa pelecehan seksual adalah bus, angkot, dan kereta listrik Jabodetabek.
Halaman

(eva/gbr)