Pemprov Sulsel Ingin Mattoanging Berkapasitas 30.000-Tambah Tribun Tertutup

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 00:06 WIB
Stadion Mattoanging Sulsel (Noval Dhwinuari Antony-detikcom)
Makassar - Rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) untuk merenovasi Stadion Andi Mattalatta (Mattoanging) mulai dibahas dalam pembahasan RAPBD Sulsel 2020. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulsel, Andi Arwin Azis, mengatakan Stadion Mattoanging akan direnovasi agar berkapasitas 30.000 penonton.

"Kapasitas akan kita tingkatkan, yang sekarang ini 15.000 penonton akan ditingkatkan 2 kali lipat menjadi 30.000. Itu dengan desain di mana kita akan tambahkan tingkatannya, jadi bertingkat lagi sehingga menambah kapasitas, sehingga 30.000 kapasitasnya nanti," ujar Andi usai rapat bersama Komisi E DPRD Sulsel, Selasa (27/11/2019).


Selain akan menambah kapasitas jumlah penonton, Pemprov juga akan menambah tribun tertutup di Stadion Mattoanging. "Saat ini Mattoanging tribun tertutupnya kan cuma sedikit, nanti tribun tertutupnya akan seluruhnya akan tertutup semua," imbuhnya.

Di tahun 2020, Pemprov Sulsel tengah menganggarkan Rp 200 miliar untuk mengubah Mattoanging menjadi stadion berstandar AFC maupun FIFA. Berbagai kajian dan studi banding terus dilakukan tim perencana.

"Kita banyak-banyak belajar di GBK, dan nanti mungkin yang mirip-mirip dengan Stadion Mattoanging ini ke depannya nanti adalah Manahan Solo, nanti kita lihat," tuturnya.

"Anggarannya kita siapkan Rp 200 miliar, itu sudah masuk seluruhnya di dalamnya itu, nanti kita akan expose terkait dengan apa-apa item pekerjaan yang akan kita lakukan. Nanti akan ada tahapan kita sampaikan," lanjutnya.


Sebelumnya, Sejumlah anggota Komisi E mempertanyakan urgensi renovasi Stadion Mattoanging. Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Arum Spink, mengatakan usulan anggaran Rp 200 miliar untuk renovasi Mattoanging yang diajukan Pemprov Sulsel juga belum dibahas.

Komisi E masih meminta Pemprov Sulsel untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait rencana renovasi Mattoanging dan memasarkannya ke anggota Komisi E. Dia mengatakan usulan anggaran Rp 200 miliar yang diajukan untuk renovasi Mattoanging belum tentu dapat membiayai semua renovasi mengingat Stadion Mattoanging sudah cukup lama usianya sehingga dibutuhkan konstruksi ulang.

"Kalau yang berkembang pada rapat pembahasan sore ini (di Komisi E), mayoritas mencoba mengkritisi urgensi perencanaan sampai pemanfaatannya," ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Arum Spink di sela rapat pembahasan RAPBD Sulsel 2020 bersama Dinas Pemuda dan Olahraga di DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (26/11).


Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, sendiri menegaskan tetap akan melanjutkan rencana pembangunan Stadion Mattoanging meski ada gugatan Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar. Nurdin menilai proses di PTUN tidak dapat menghentikan aktivitas di Stadion Mattoanging.

"Tidak lah (terhenti rencana pembangunan), gimana caranya kita mau (berhenti) ini nah kita yang punya. Pemprov kan yang punya, masa orang luar mau melawan," kata Nurdin di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (7/11).


Kuasa hukum YOSS, Hasan sebelumnya mengatakan Pemprov Sulsel tidak bisa seenaknya mengusir YOSS dari Mattoanging karena sudah ada gugatan ke PTUN. Terkait hal itu, Nurdin meminta YOSS bijak.

Nurdin mempertanyakan alasan YOSS menolak dikosongkan dari Stadion Mattoanging. Menurutnya YOSS sama saja melawan negara jika menolak dikosongkan dari Stadion Mattoanging. Terlebih selama ini YOSS mengelola Mattoanging tanpa memberi kontribusi ke Pemprov Sulsel. (nvl/jbr)