Bahaya Sampah Plastik di Laut: Bisa Cemari Ikan Konsumsi

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 16:25 WIB
Ilustrasi (Dok. Lantamal VI Makassar)
Ilustrasi (Dok. Lantamal VI Makassar)
Jakarta - Menjadi negara penghasil sampah terbesar di dunia, Indonesia memiliki PR besar dalam penanggulangan sampah. Ada 66-67 ton sampah per tahun yang dihasilkan oleh negara ini, yang sebagian besar merupakan sampah plastik.

Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin, mengatakan, jika sampah plastik yang berasal dari darat tidak dikelola dengan baik, nantinya akan bermuara ke laut dan mencemari ikan.

"Penelitian 2015 itu menyebutkan 3 dari 10 ikan ditemukan micro-plastic di dalam stomach-nya, sedangkan yang terbaru 2019 itu hampir 80 persen ikan terkontaminasi micro-plastic," ungkapnya di The Western Hotel, Selasa (26/11/2019).


Saat plastik berubah menjadi mikro, lanjutnya, ikan itu tidak bisa membedakan mana plastik mana plankton. Tahap pertama mungkin belum begitu berdampak. Namun, jika itu terjadi secara terus-menerus, akan memberikan dampak yang besar.

"Supaya teman-teman tenang makan ikan, kami mengimbau jangan menambah jumlah plastik yang ada di laut. Secara tidak sadar, dengan tidak mengelola sampah dengan baik, plastik itu akan lari ke laut. Karena itu, perlu adanya pengelolaan sampah yang baik agar sampah plastik itu tidak ke laut," ujarnya.

Upaya pertama adalah menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat. Salah satunya dimulai dengan memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak untuk membuang sampah serta memilah sampah dengan bijak.

Pertama, dengan cara reduce atau mencegah dan mengurangi munculnya sampah baru. Caranya bisa dengan membawa tempat makan dan minum dari rumah, memperbaiki sepatu atau baju yang rusak, menghabiskan makanan juga jadi salah satu cara untuk kurangi sampah.


Kedua, dengan cara reuse atau menggunakan kembali barang agar tidak cepat menjadi sampah. Contohnya dengan menggunakan kaleng plastik sebagai tempat alat tulis, bisa juga menggunakan botol atau gelas plastik sebagai pot tanaman.

Ketiga, dengan cara recycle atau daur ulang. Salah satu caranya dengan membuat prakarya dari botol plastik bekas, membuat pupuk kompos, serta mengumpulkan botol atau kardus bekas untuk dibawa ke bank sampah.

Bahaya Sampah Plastik di Laut: Bisa Cemari Ikan KonsumsiFoto: Istimewa

Pemerintah menggandeng sejumlah stakeholder untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih. Di antaranya Danone-AQUA, Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera. Melalui kerja sama ini, terbitlah sebuah buku panduan atau modul berjudul 'Sampahmu, Tanggung Jawabmu'. Modul ini menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan sikap peduli terhadap kebersihan dan mengurangi sampah, terutama sampah plastik.

"Kami mengimbau kepada masyarakat bahwa sampah plastik yang ada tidak langsung dibuang begitu saja. Karena hidup kita tidak bisa menghindari plastik. Mari kita gunakan dengan bijak dan kelola sampah itu dengan baik," pungkasnya.





Tonton juga video Perajin Tahu Masih Pakai Sampah Plastik Untuk Bahan Bakar:

[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)