Shabu Hachi Jawab Isu Viral Larangan Bawa Kue Ultah Tak Berlogo Halal

Indra Komara - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 17:15 WIB
Ilustrasi Kue Ulang Tahun (Thinkstock)
Jakarta - Setelah viral isu soal larangan membawa kue ulang tahun ke restoran Shabu Hachi, pihak restoran buka suara.

Isu itu viral dalam bentuk tangkapan layar sebuah pesan di grup WhatsApp bernama 'Shabu Hatchi'. Isinya merupakan imbauan untuk tidak mengkonsumsi kue tar ulang tahun yang tidak ada logo halalnya (hanya selebrasi, tiup lilin/dokumentasi saja). Pesan itu juga tercantum tanggal pengiriman imbauan, yakni 19 Maret 2018.


Founder & CEO Hachi Group, Githa Nafeeza, buka suara. Githa menegaskan, pesan yang tersebar itu bukan imbauan resmi dari grup perusahaannya.

"Perlu kami jelaskan bahwa WA tersebut bukan WA resmi yang dikeluarkan oleh Hachi Group. Management Hachi Group tidak melarang pelanggan membawa dan mengkonsumsi kue ulang tahun merek apa pun. Bahkan Shabu Hachi sudah berkembang menjadi destinasi favorit orang yang merayakan ulang tahunnya," kata Githa, Senin (25/11/2019).



Tonton juga Catat! Mulai Hari Ini, Semua Produk Wajib Bersertifikat Halal :






Pernyataan Githa itu diunggah dalam akun instagram resmi Shabu Hachi. Dia menegaskan restorannya terbuka jika ada customer yang hendak merayakan ulang tahun di seluruh cabang Shabu Hachi. Sebab, isu yang beredar bukan kebijakan resmi perusahaannya.

"Jika ada pelanggan yang mengalami kesulitan membawa kue kesayangannya karena dilarang oleh crew outlet setempat, mohon tindakan tersebut dilaporkan ke Management Hachi Group (081.2222.8057), karena itu bukan kebijakan Perusahaan," katanya.


"Kebijakan kami yang benar adalah semua merk kue tart boleh dibawa dan dikonsumsi di dalam outlet Shabu Hachi. Crew kami akan memberikan peralatan makan berupa piring dan garpu satu kali pakai/disposable (guna menghindari kemungkinan kontaminasi peralatan makan kami dengan bahan-bahan yang belum terjamin kehalalannya)," jelasnya.

Githa meminta maaf jika isu yang beredar membuat ketidaknyamanan customer-nya. Dia berharap penjelasannya ini bisa meluruskan kesimpangsiuran yang beredar.


(idn/tor)