Dedi Mulyadi: Ancaman RI Bukan Terorisme Melainkan Perubahan Kultur

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 15:46 WIB
Foto: Angga Laraspati/detikcom
Jakarta - Anggota Fraksi Partai Golkar MPR RI, Dedi Mulyadi mengatakan ancaman terorisme yang belakangan ini terjadi akibat dari kurangnya pemahaman pancasila sebagai ideologi dalam bernegara. Menurutnya, pancasila itu hidup di dalam sebuah kebudayaan, sehingga masyarakat harus memilikinya budaya pancasila tidak hilang begitu saja.

"Perubahan kultural itu mengancam ideologi pancasila kita, yang satu adalah budaya barat, kedua adalah budaya timur tengah yang bisa mendapatkan ruang terbuka sehingga dapat menghilangkan budaya pancasila," tutur Dedi dalam diskusi Empat Pilar MPR di Media Center Gedung Nusantara III MPR, Senin (25/11/2019).

Karena itu, Dedi menilai sebenarnya yang menjadi ancaman terorisme bagi Indonesia adalah perubahan kultur. Perubahan ini akan mengancam ideologi pancasila yang dinilai penting karena merupakan bagian dari budaya Indonesia.


"Yang menjadi ancaman Indonesia bukan terorisme melainkan perubahan kultur. Nantinya masyarakat yang tercabut dari kebudayaannya maka dirinya tidak akan memiliki paham kenegaraan," tandas Dedi.

Selain itu, lanjut Dedi, kesenjangan sosial dan kesejahteraan pun juga dapat menjadi seseorang memiliki ideologi yang berbeda. Sebab, mereka yang tidak sejahtera memiliki kegelisahan terkait kesejahteraan negara yang sudah lama merdeka ini.

Senada dengan Dedi, Anggota Fraksi Demokrat MPR RI, Dede Macan Yusuf Effendi mengatakan adanya kesenjangan sosial ini akan mendatangkan perlawanan publik terhadap pemerintah.

"Maka kesejahteraan sosial itu harus dimaksimalkan agar gap-gap tersebut dapat menghilang, kalau suatu negara sejahtera maka konteks-konteks terorisme tersebut tidak akan berkembang," kata Dede.

Dede juga mengatakan pemahaman pancasila harus dilakukan sejak dini untuk mengatasi ancaman terorisme tersebut. Tidak hanya memahami pancasila dari kulitnya saja, namun juga memahami esensi-esensi dari pancasila itu sendiri.

"Pemahaman itu harus dimulai dari pendidikan yang ada di sekolah dengan membahas esensi pancasila itu sendiri. Pendidikan karakter, agamanya harus benar-benar diperhatikan agar ideologi-ideologi pancasila tersebut tumbuh," ungkap Dede.


Sebagai informasi, MPR melakukan serangkaian kegiatan untuk mengatasi hal terkait terorisme lewat kegiatan Empat Pilar Pancasila MPR yang menanamkan nilai-nilai Pancasila ke masyarakat. Pada kesempatan kali ini, MPR menggelar diskusi Empat Pilar dengan sejumlah wartawan dengan tema 'Paham Kebangsaan untuk Mencegah Terorisme' yang dihadiri oleh Dedy Mulyadi, Dede Yusuf, Gus Nabil, dan juga Dr. Can. Sapto Priyadi. (akn/ega)