Round-Up

Fadli Zon yang Terus Mengusik Ahok

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Nov 2019 05:06 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon (Tsarina/detikcom)

1. Fadli Zon: Ahok kutu loncat

September 2014, isu Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada memanas karena memuat rencana Pilkada lewat DPRD. Saat itu, isu Pilkada via DPRD adalah isu yang heboh. Ahok bertekad bakal keluar dari Gerindra bila Gerindra mendukung Pilkada via DPRD.

Ternyata itu bukan sekadar omongan. Ahok benar-benar hengkang dari Gerindra. Fadli Zon menerima pengunduran diri Ahok dan menyatakan kontribusi Ahok kecil untuk Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, pasangan Pilpres 2014 yang diusung Gerindra.

Kinerja Ahok dinilai Fadli tak bagus-bagus amat, kecuali hanya memarahi bawahannya. Fadli menyatakan Ahok adalah kutu loncat. Ahok sebenarnya memang berasal bukan dari Gerindra, melainkan dari Partai Golkar. Sebelumnya, Ahok berasal dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB).

"Kami tidak merasa rugi sama sekali. Ini menunjukkan sosok yang bersangkutan seperti apa. Dia dikenal sebagai politisi pindah-pindah partai. Ini bukti pilkada langsung menghasilkan politisi kutu loncat. Tidak semua tapi sebagian seperti itu," kata Fadli Zon, 10 September 2014.

Menanggapi sindiran itu, Ahok hanya tertawa santai. "Ya memang dari dulu juga sudah kutu loncat. Sudah kutu loncat kok," kata Ahok dengan senyum kepada wartawan di depan pintu kantornya, di Balai Kota, pada hari yang sama.