Di Bedah Buku PKI, Eks Menhan Ryamizard Bicara Pentingnya Bela Negara

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 23 Nov 2019 13:07 WIB
Eks Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu (Lisye/detikcom)


Ryamizard kemudian menyinggung bedah buku yang membahas sejarah PKI itu. Menurutnya, PKI adalah paham yang tidak benar. Dia juga menjabarkan pemberontakan yang pernah dilakukan oleh PKI pada saat penjajahan Belanda hingga peristiwa 1965.

"Masalah PKI, PKI ini luar biasa nggak benar. Tadi sudah diuraikan jelas itu. Nggak perlu dijelaskan lagi. Jadi sebetulnya dia sudah tiga kali berontak, artinya tukang berontak. Tahun 1926, kalaupun belum merdeka kita, tahun 1948, 1965 yang bahaya lagi dia pada waktu zaman Belanda di mendompleng itu, bahaya itu. Jadi artinya menusuk dari belakang. Waktu kita menghadapi konfrontasi dengan Malaysia dia mendompleng lagi, tahun 1965 kejadian," ujarnya.


Ryamizard mengingatkan agar selalu waspada terhadap paham komunisme yang bisa membonceng setiap peristiwa. Menurutnya, PKI akan selalu memanfaatkan setiap peluang yang ada.

"Sekarang kita berhadapan dengan teroris khilafah-khilafah itu dia mendompleng lagi. Hati-hati itu, hati-hati. Saya sudah sampaikan tiga tahun lalu, waktu itu benar waktu di Papua dia dompleng di situ. Ini PKI ini, dia tidak menggunakan yang lain-lain," pungkasnya.

"Jadi kita harus waspada, jadi jangan sampai kita... Waspada harus, kita di rumah harus waspada, nyupir harus waspada. Apa pun kita harus waspada," lanjutnya.
Halaman

(lir/idn)