detikNews
2019/11/23 07:00:53 WIB

Round-Up

Wacana Presiden 3 Edisi Jadi Kontroversi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 5
Wacana Presiden 3 Edisi Jadi Kontroversi Foto: Gedung MPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - MPR tengah membahas usul amandemen terbatas Undang-Undang Dasar 1945. Tiba-tiba, muncul usul presiden bisa menjabat tiga edisi dan ini jadi kontroversi.

Perihal usul perubahan masa jabatan presiden itu diungkapkan Wakil Ketua MPR Arsul Sani. Bukan hanya sekali menjabat, presiden diusulkan bisa lanjut tiga periode.

"Hanya kalau yang sekarang itu dua kalinya dua kali saklek gitu kan. Artinya kalau dulu 'dapat dipilih kembali' itu kan maknanya dua kali juga sebelum ini. Tapi kan terus-terusan, kalau ini kan hanya dapat dipilih satu kali masa jabatan lagi. Kemudian ada yang diusulkan menjadi tiga kali (masa jabatan)," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).
Arsul menegaskan usulan-usulan itu baru sebatas wacana. Ada juga ide kalau presiden hanya bisa menjabat satu periode namun dengan durasi tahun yang berubah.

"Ya itu kan baru sebuah wacana ya. Ada juga kan wacana yang lain, mengatakan bahwa ke depan presiden itu cukup satu kali masa jabatan saja, tetapi tidak lima tahun, delapan tahun, ada kan yang mengatakan demikian," ujar Arsul.

Partai-partai di parlemen bersuara. Suara mereka beragam.


Simak Video "Tolak Usul Presiden 3 Periode, Gerindra: 1 Periode 7-8 Tahun"




Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com