Dokter di Mojokerto Diduga Perkosa Siswi SMA, IDI Bicara Sanksi Berat

Dokter di Mojokerto Diduga Perkosa Siswi SMA, IDI Bicara Sanksi Berat

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 23 Nov 2019 06:41 WIB
Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih (Foto: Ayunda Septiani)
Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih (Foto: Ayunda Septiani)
Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar pengecekan internal terkait laporan polisi terhadap dokter berinisial AND yang diduga memperkosa seorang siswi SMA berusia 15 tahun di Mojokerto. IDI sedang mengecek apakah kejadian itu benar terjadi serta apakah terkait praktik kedokteran atau tidak.

"Itu ada kaitannya dengan praktik kedokteran atau tidak, misalnya yang bersangkutan itu betul dokter atau tidak, kemudian yang jadi korban itu dia sebagai masyarakat biasa atau dia bertindak sebagai pasien. Karena itu nanti sudut pandangnya akan beda," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih, Jumat (22/11/2019) malam.



Faqih menjelaskan jika AND terbukti melakukan pemerkosaan dalam melakukan praktik kedokteran maka akan ada sanksi berat dari IDI. Sanksi berat menanti jika AND terbukti melanggar kode etik.

"Jadi kita masih koordinasi, karena kalau yang bersangkutan betul-betul dokter dan korban betul pasiennya itu sangat berat sanksinya dari IDI, kalau kaitannya itu pasien itu melanggar kode etik sangat berat. Kalau di luar pasien itu sebenarnya lebih ke arah hukum negara," katanya.
Selanjutnya
Halaman
1 2