Bertemu Menag, PGI Sampaikan Keluhan soal Gereja Terancam Tergusur di Depok

Bertemu Menag, PGI Sampaikan Keluhan soal Gereja Terancam Tergusur di Depok

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 23:39 WIB
PGI temui Menteri Agama Fachrul Razi di Kantor Kemenag (Foto: Dok. Istimewa)
PGI temui Menteri Agama Fachrul Razi di Kantor Kemenag (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi menerima kunjungan dari Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Salah satu yang disampaikan PGI adalah keluhan soal gedung gereja yang terancam tergusur di Depok.

Berdasarkan keterangan tertulis dari PGI, pertemuan itu digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019). Ketum PGI terpilih Gomar Gultom menyerahkan dokumen hasil-hasil Sidang Raya XVII PGI di Sumba, NTT, dan berharap kehadiran Fachrul dalam acara serah terima Majelis Pekerja Harian (MPH) terpilih dalam Sidang Raya Sumba pada 12 Desember 2019.

Selain itu, dalam pertemuan dengan Fachrul MPH PGI juga menyampaikan aspirasi dari Huria Kristen Indonesia (HKI) Juanda, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya yang sudah berdiri sejak 4 tahun lalu. Keluhan itu terkait rencana lahan yang ditempati HKI masuk dalam wilayah pembangunan Universitas Islam Internasional sehingga gedung gereja terancam digusur.



Fachrul disebut sudah menerima dan mempelajari pengaduan terkait keluhan HKI tersebut. Kemenag sedang mencari jalan keluar.

"Tentu proses dialog sangat diperlukan untuk mencari jalan keluar bersama," kata Fachrul.

MPH PGI lewat Gomar Gultom juga menyampaikan kondisi lokasi Sidang Raya di Sumba yang dinilai memerlukan perhatian lebih. Kondisi tersebut terkait alam Sumba yang tandus sehingga membuat banyak warganya yang menjadi pekerja migran.

Padahal, potensi wisata di Sumba disebutnya cukup tinggi. Gomar yang masih menjabat sebagai Sekum PGI juga menyampaikan kondisi soal warga Sumba yang menjadi pekerja migran tak jarang menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) ataupun mengalami kekerasan.



Gomar menyebut angka stunting di Indonesia termasuk di Sumba cukup tinggi. Dia menilai angka stunting itu sudah melebihi batas yang ditetapkan oleh WHO.

"Peran gereja-gereja dalam mengatasi persoalan ini sangat dibutuhkan," ujar Gomar.

Fachrul disebut menyambut antusias isu tersebut karena menurutnya, Presiden Jokowi juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan stunting. Salah satu yang ditekankan oleh Kemenag adalah perlunya bimbingan perkawinan agar pasangan yang menikah mengetahui sejak awal apa yang dilakukan mencegah stunting. (eva/haf)