MUI Usul Materi Bimbingan Pranikah Masukkan Keterampilan Hidup

Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 17:21 WIB
Ilustrasi (iStock)
Ilustrasi (iStock)
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan materi bimbingan pranikah yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) diperbarui. Materi bimbingan pernikahan bisa memasukkan dua keterampilan bagi calon pasangan suami-istri.

"Dua keterampilan, usulan life skil keterampilan hidup, kedua keterampilan menata emosi soft skil. Ini harus diurai menjadi modul menilai apakah calon memiliki kompetensi," ujar Wasekjen Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Amirsyah Tambunan dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) tema 'Perlukah Sertifikasi Perkawinan?' di gedung serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/11/2019).


Menurut Amirsyah, ada dua keterampilan yang diusulkan masuk materi bimbingan pranikah, yaitu life skill dan soft skill. Life skill yang dimaksudkan adalah keterampilan hidup calon pasangan suami-istri. Sedangkan soft skill ialah mengendalikan emosi calon pasangan tersebut

"Ada keterampilan hidup ada soft skill. Nah ini harus diukur kira-kira orang ini emosinya stabil. Kan bisa dinilai, kan emosi itu penting. Karena perceraian itu terjadi lantaran emosionalitas kedua pasangan yang tidak bertemu," ucap dia.


Dia berharap bimbingan pernikahan tidak menjadi ajang formalitas sebelum menikah. Namun sang pasangan juga bisa mempraktikkan nilai-nilai bimbingan pernikahan itu dalam kehidupan setelah nikah.

"Bagaimana untuk mempraktikkan keluarga sakinah, mawadah, waramah. Saya setuju revitalisasi agar tidak menjadi formalitas, kalau tidak lulus, tidak menikah bahaya ini," jelas dia.



Simak Video "Tolak Sertifikasi Pranikah, Din Syamsuddin: Jangan Hal Sakral Diikat Formal"

[Gambas:Video 20detik]

(fai/gbr)