detikNews
2019/11/22 16:59:32 WIB

Cegah Korupsi, KPK-Kemendes PDTT Latih 60 Pemuda Kelola Dana Desa

Ibnu Hariyanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Cegah Korupsi, KPK-Kemendes PDTT Latih 60 Pemuda Kelola Dana Desa Program 'Sekolah Pemuda Desa'. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - KPK bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan komunitas Ketjilbergerak melaksanakan program bernama 'Sekolah Pemuda Desa' di sejumlah daerah di Jawa Tengah. 'Sekolah Pemuda Desa' merupakan program pencegahan korupsi yang bertujuan melatih para pemuda tentang pengelolaan dana desa.

"Program Sekolah Pemuda Desa merupakan upaya pencegahan korupsi yang dikemas secara kreatif dengan menggunakan pendekatan seni dan budaya berbasiskan pemberdayaan masyarakat. Para peserta dibekali dengan pengetahuan tentang desa dan pengelolaan keuangan desa," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (22/11/2019).



Pelatihan ini diikuti 60 pemuda berusia antar 17-30 tahun dari 20 desa di 16 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan pada 22-24 November 2019 di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Kemendes PDTT, Yogyakarta.

Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta harus mengirimkan proposal yang berisi tentang potensi, permasalahan, serta usulan dan gagasan untuk membangun desa khususnya terkait pemanfaatan dan pengelolaan dana desa. Selanjutnya, 60 pemuda pun terpilih mengikuti pelatihan program 'Sekolah Pemuda Desa' itu.

Febri mengatakan sejumlah pakar dan praktisi yang terkait dengan pengelolaan dana desa turut dihadirkan untuk memberi pembekalan kepada para peserta. Para peserta pun diberikan berbagai materi mengenai desa dan pengelolaan dana desa.



"Topik-topik materi yang diberikan dalam pelatihan adalah tentang keuangan desa, regulasi terkait pengelolaan dana desa, potensi pemuda untuk pembangunan dan kemajuan desa, modus-modus dan dampak korupsi dalam pengelolaan dana desa, serta pemanfaatan keuangan desa untuk perbaikan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan," kata Febri.

Tonton juga Di Balik Alasan Penggawa KPK Gugat UU KPK ke MK :




Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com