BBPOM-Bea Cukai Makassar Sita Kosmetik-Pangan Ilegal Senilai Ratusan Juta

BBPOM-Bea Cukai Makassar Sita Kosmetik-Pangan Ilegal Senilai Ratusan Juta

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 11:23 WIB
Foto: Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar dan Bea Cukai Makassar menggagalkan penyelundupan obat-pangan ilegal (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)
Foto: Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar dan Bea Cukai Makassar menggagalkan penyelundupan obat-pangan ilegal (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)
Makassar - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar dan Bea Cukai Makassar menggagalkan penyelundupan dan peredaran obat, pangan, suplemen kesehatan, dan kosmetik berbahaya. Barang sitaan yang terdiri berbagai merek seperti body lotion, sabun pemutih, suplemen pelangsing itu diselundupkan dari tiga negara: Arab Saudi, Malaysia, dan Thailand. Nilainya lebih dari Rp 500 juta.

Kepala BBPOM Makassar Abdul Rahim dalam keterangan pers di kantornya, Jalan Baji Minasa, Jumat (22/11/2019), mengatakan sejumlah barang bukti yang diamankan terdiri dari 9 item, sebanyak 13.780 buah dengan nilai total Rp 548.780.000.


"Barang temuan ini diketahui tidak memiliki izin edar, yang setelah kita uji mengandung zat berbahaya seperti Sibutramin dan Furosemida, yang bisa menimbulkan risiko penyakit jantung," ujar Rahim.

Rahim menambahkan, pihaknya telah mengambil keterangan pemilik barang sitaan tersebut. Nantinya, barang-barang sitaan akan diserahkan ke kejaksaan sebelum dimusnahkan setelah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Makassar.

"Rata-rata kosmetik dan suplemen pelangsing ini diperjualbelikan lewat media sosial," tutur Rahim.


Sementara menurut Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Gusmiadirahman, barang-barang yang tidak memiliki izin edar dan belum diuji BPOM ini diamankan di kantor pos pada akhir Oktober dan di Bandara Sultan Hasanuddin, pekan pertama November ini.

"Modus pengiriman barang tanpa izin edar ini selain pengiriman via pos, juga melalui barang bawaan penumpang pesawat, seperti roti croissant yang dibawa jemaah umroh dari Arab Saudi," pungkas Gusmiadirahman.





Simak juga video Polrestabes Makassar Sita Bahan Baku Pembuatan Kosmetik Ilegal:

[Gambas:Video 20detik]



(mna/gbr)