Gubernur Sulsel Targetkan Proyek Jalan Bua-Rantepao Mulai Diaspal 2020

Gubernur Sulsel Targetkan Proyek Jalan Bua-Rantepao Mulai Diaspal 2020

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 21:16 WIB
Foto: Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meninjau pembukaan jalur Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu menuju Kecamatan Rantepao, Toraja Utara. (Noval-detikcom)
Foto: Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meninjau pembukaan jalur Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu menuju Kecamatan Rantepao, Toraja Utara. (Noval-detikcom)
Luwu - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah meninjau pembukaan jalur Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu menuju Kecamatan Rantepao, Toraja Utara. Nurdin menargetkan jalur Bua-Rantepao sudah masuk proses pengaspalan di tahun 2020.

Nurdin mengendarai langsung Lexus silvernya di jalur Bua-Rantepao sepanjang kurang lebih 40 kilometer, Kamis (21/11/2019) siang. Jalur tersebut baru sampai pada tahap pembukaan dengan kondisi jalan berupa tanah berlumpur.

"Tahun ini selesai di Desember untuk seluruh pembukaan jalan. 2020 kita akan mulai untuk pengaspalan," kata Nurdin saat meninjau pembangunan jalur Bua-Rantepao.


Untuk pembukaan jalur ini, Pemprov Sulsel telah mengucurkan anggaran sebanyak Rp 40 miliar. Dibutuhkan anggaran dengan total Rp 200 miliar untuk menyelesaikan jalur sepanjang 40 kilometer itu. Nurdin menyebut dana tersebut akan berasal dari APBN dan APBD.

"Kita butuh Rp 200 miliar, itu dari Bua sampai perbatasan Toraja Utara. Total panjang 40 km. Mungkin 1 km sekitar Rp 5 miliar. Nah kita merencanakan jalan ini menjadi 2 jalur, 4 lajur," jelasnya.

Nurdin menyebut pembangunan jalur Bua-Rantepao akan mendorong perekonomian warga, khususnya yang tinggal di Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu. Jika jalur tersebut rampung, perjalanan dari Toraja ke Kota Palopo dapat ditempuh dengan hanya 40 menit lamanya. Sementara jalur normal yang ada saat ini memerlukan waktu tempuh selama 2 jam setengah dari Toraja ke Kota Palopo.

"Bastem (kecamatan yang ada di jalur Bua-Rantepao) ini juga sangat potensial sekali untuk pengembangan sektor pertanian. Kita berharap dengan terbukanya akses jalan ini, seluruh produk-produk masyarakat yang ada di Bastem dan Bua ini bisa menjadi penyanggah Toraja, penyanggah Palopo, dan saya kira ekonomi masyarakat akan tumbuh dengan cepat kalau jalan ini bisa terbuka," kata Nurdin.


Untuk diketahui, Bua yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Luwu saat ini telah memiliki Bandara yang mengoperasikan beberapa penerbangan jarak pendek, seperti Makassar-Bua.

"Kami bersama Pak Bupati Luwu dan Toraja Utara bersama-sama menyelesaikan akses jalan ini karena jalan ini akan memperpendek jarak ke Bandara Bua," imbuhnya.

Dikatakannya, dengan sudah terbukanya jalur Bua-Rantepao, proses pembangunan jalan tersebut telah selesai 50 persen. Dia berharap pembangunan jalan dapat segera selesai agar segera dinikmati masyarakat.

"Ini lah bentuk kolaborasi, jadi apapun yang kita kerjakan kalau team work, kita buat Insyaallah bisa dilakukan dilakukan dengan mudah, apalagi kehadiran provinsi untuk memberikan support yang besar kepada Kabupaten," ucapnya. (nvl/idh)