detikNews
Kamis 21 November 2019, 20:06 WIB

DJKI Jalin Kerja Sama dengan Eropa Perkuat Kapasitas Pemeriksa Paten

Alfi Kholisdinuka - detikNews
DJKI Jalin Kerja Sama dengan Eropa Perkuat Kapasitas Pemeriksa Paten Foto: DJKI Kemenkumham
Jakarta - Indonesia yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) berhasil membuat kemitraan strategis dengan Kantor Paten Eropa (EPO) di Munich, Jerman. Kerja sama ini dinilai penting dalam proses perlindungan paten yang berisi inovasi dan teknologi di Indonesia.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Freddy Harris mengatakan kerja sama ini akan memperkuat kapasitas pemeriksa paten dalam memberikan layanannya kepada para penemu di Indonesia.

"Dengan bekerja sama dengan EPO dan kantor paten lainnya, kami dapat memperkuat kapasitas kami untuk mencari dan memeriksa aplikasi serta sistem TI kami untuk meningkatkan kualitas paten dan layanan kami. Ini sangat penting mengingat tantangan yang ditimbulkan oleh Industri 4.0 dan 5.0," ujar Freddy dalam keterangan tertulis, Kamis (21/11/2019).


Freddy menilai kerja sama antara kantor EPO dan Indonesia yang akan berlaku selama lima tahun ke depan ini menjadi strategis karena akan membuat sistem paten Indonesia menjadi lebih efisien dan ramah untuk pengguna.

Sementara itu, program kemitraan EPO ini dibangun di atas kerja sama teknis EPO yang bertujuan untuk membangun kemitraan jangka panjang di bidang strategis dan teknis yang menjadi kepentingan bersama.

"Kerja sama ini bertujuan untuk lebih mengembangkan dan memperkuat sistem paten global dengan memperluas jaringan DJKI yang secara sistematis menggunakan produk, alat, dan praktik kerja EPO untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kualitas proses pemberian paten," jelasnya.

Program ini dapat memberikan peningkatan kondisi bagi perusahaan dan penemu yang mengajukan paten secara internasional, dan mendorong inovasi lokal dengan mendukung DJKI dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada pendaftar paten lokal.

Mengutip pesan Presiden Joko Widodo, lanjut Freddy, pemerintah saat ini tengah menempatkan inovasi dan teknologi sebagai prioritas utama. Hal tersebut demi membangun perekonomian nasional dan meningkatkan investasi di Indonesia.


Sebagai informasi DJKI saat ini menjadi salah satu kantor kekayaan intelektual yang dianggap mulai berkembang di dunia berkat peningkatan pendaftaran paten yang melebihi 175% pada 2018.

Pemeriksa paten Indonesia saat ini telah dibekali aplikasi untuk mempermudah dan mempercepat proses diterimanya pendaftaran paten. Bahkan berkat komitmen dalam menyelesaikan backlog paten ini, DJKI berhasil menyelesaikan 7.000 permohonan dari 8.000 permohonan yang backlog. Kini tersisa 1.000 permohonan yang masih dalam tahap pemeriksaan

"Kami berharap kerja sama ini akan menghasilkan manfaat nyata bagi pendaftar (paten) lokal dan internasional dalam hal peningkatan ketepatan waktu, prediktabilitas, dan kualitas dalam proses pemeriksaan paten, dan selanjutnya akan meningkatkan akses pasar bagi perusahaan-perusahaan Eropa di Indonesia," ungkap President EPO, António Campinos.
(akn/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com