Bamsoet Sebut Perlu Terobosan untuk Tingkatkan Kesadaran Kebangsaan

Bamsoet Sebut Perlu Terobosan untuk Tingkatkan Kesadaran Kebangsaan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 18:42 WIB
Foto: MPR RI
Foto: MPR RI
Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan, dalam konteks kekinian, tantangan-tantangan kebangsaan yang muncul dalam berbagai dimensi penting untuk dicermati.

Di antaranya, melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, demoralisasi generasi muda bangsa, memudarnya identitas dan karakteristik bangsa, tingginya kesenjangan sosial, hingga masalah ancaman kedaulatan negara di tengah cengkeraman hegemoni ekonomi-politik dunia.

"Dalam kerangka upaya menghadapi tantangan kebangsaan tersebut, diperlukan langkah-langkah terobosan yang bijak, moralis, dan strategis yang disertai kesadaran kebangsaan. Salah satu di antaranya adalah kembali kepada jati diri bangsa, karakteristik dan kepribadian bangsa Indonesia yang seutuhnya," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (21/11/2019).

Kandidat Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 ini menjelaskan, bentuk kembali kepada jati diri bangsa harus dipahami sebagai bakti dan pengorbanan kepada bangsa dan negara. Secara sederhana, upaya senantiasa menjaga kebersamaan, persatuan, persaudaraan, harmoni, dan toleransi dalam keberagaman, adalah perwujudan kembali jati diri bangsa.


"Di samping itu, upaya kita melawan ancaman kemiskinan, keterbelakangan, kesenjangan, dan berbagai ketertinggalan bangsa juga merupakan bentuk perjuangan kembali kepada jati diri bangsa," jelas Bamsoet.

Dia menekankan eksistensi bangsa sangat bergantung dengan kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, MPR RI konsisten melaksanakan pembangunan karakter bangsa melalui pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI yang pada hakikatnya adalah pembangunan karakter dan jati diri bangsa Indonesia.

Bamsoet menilai bahwa bangsa Indonesia hingga saat ini masih tegak berdiri dan bersatu karena adanya kesatuan rasa sebagai bangsa yang bersatu oleh seluruh elemen bangsa yang senantiasa terus terjalin antargenerasi.

Dalam kerangka inilah seluruh elemen bangsa harus dapat lebih mengenal, memahami, menerapkan, serta turut menyebarluaskan nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Karena nilai-nilai dasar inilah yang menjadi landasan bagi kita dalam membangun bangsa yang adil dan sejahtera, sesuai cita-cita para pendiri bangsa, sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, apa pun motif dari sebuah ikhtiar bangsa, tentu mengandung nilai konstruktif untuk didukung. Terlebih substansi Empat Pilar MPR RI ini bukan sesuatu yang baru, tetapi semangat yang sudah tertanam lama dalam jiwa bangsa, sekaligus sebagai nation myth yang hidup dalam struktur dan kultur masyarakat Indonesia.

"Karenanya, upaya yang harus dilakukan adalah memahami dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI secara konsisten. Sehingga, mampu menumbuhkan komitmen yang kuat bagi seluruh komponen bangsa, termasuk para penyelenggara untuk melaksanakannya," pungkasnya. (ujm/ega)