#BriziekTebarHoax Jadi Trending, Pengacara Tegaskan Pencekalan HRS Fakta

Indra Komara - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 16:41 WIB
Sugito Atmo Prawiro. (Foto: Isal Mawardi/detikcom)
Sugito Atmo Prawiro. (Foto: Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - Tagar #BriziekTebarHoax menduduki puncak trending di media sosial Twitter. Tagar tersebut menarasikan hoax pencekalan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

Dilihat detikcom, hingga pukul 16.11 WIB, Kamis (21/19/2019), sudah sebanyak 16 ribu cuitan yang menggunakan tagar #BriziekTebarHoax. Apa isinya?

Jika masuk ke dalam tagar tersebut, warganet ramai membahas pencekalan Habib Rizieq yang dinarasikan hoax. Ada pula potongan video Habib Rizieq yang memberi penjelasan terkait pencekalannya.



Saat dikonfirmasi, pengacara Habib Rizieq Syihab (HRS) Sugito Atmo Prawiro tak ambil pusing soal ramai #BriziekTebarHoax. Dia mengatakan warganet punya hak untuk menyampaikan pendapat.

"Itu hak dari masing-masing orang untuk itu. Tapi kan sebagian besar mereka itu tidak tahu duduk persoalan yang sebenarnya. Jadi kalau misalnya mengatakan Habib Rizieq itu berhoax, hoax yang mana? Yang terkait pencekalan, itu hal yang sepanjang fakta," jelas Sugito.

Dia menuturkan, kliennya lah yang mengalami langsung terkait pencekalan. Sehingga dia tak ingin menyoal cuitan di media sosial.



"Mereka ini ya punya narasi sendiri. Kadang-kadang juga buzzer, khawatirnya buzzer, kalau buzzer kan memang sudah dikondisikan, itu hak mereka lah, tapi nanti waktu yang akan buktikan siapa yang benar, siapa yang salah," imbuhnya.



Simak Video "Mahfud soal 'Surat Cekal' HRS: Tidak Jelas, Bukan dari Pemerintah"


Sugito lantas menjabarkan secara rinci terkait pencekalan Habib Rizieq. Dia mengatakan yakin ada keterlibatan pemerintah Indonesia yang menyebabkan Imam Besar FPI itu tak bisa balik ke Tanah Air.

"Beliau (HRS) kan mengalami langsung, dia juga berinteraksi langsung dengan keimigrasian Saudi, dia juga berinteraksi langsung dengan intelijen Saudi pada waktu pemeriksaan, dan kenapa itu muncul juga ada penjelasan," jelas Sugito.

"Tapi kalau kita itu disuruh memberikan mana bukti permohonan cekal dari pemerintah Indonesia ke pemerintah Saudi, itu hal yang sangat absurd, itu kan sifatnya rahasia, sifatnya kan, kalau pun bisa ya bukan diplomatik, G to G yang terkait dengan kebijakan masing-masing pemerintah," paparnya.



Dia mengatakan, pencekalan terhadap Habib Rizieq melanggar hak asasi kliennya sebagai WNI. Apalagi, Habib Rizieq tidak terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Sehingga, pihaknya kembali mempertanyakan pencekalan terhadap kliennya atas permintaan siapa, jika bukan dari RI.

"Intelijen Saudi apa kepentingannya mencekal Habib Rizieq, dia kan WNI, kalau memang dia ada urusan keamanan di Saudi tangkap saja, deportasi, diusir, itu kan hal yang simple dan sederhana, orang akan mudah memahami, sudah overstay dan tidak dilakukan, overstay dan tetap nyaman tinggal di situ," kata Sugito.



"Jadi kalau bukan atas permintaan pemerintah Indonesia, atas permintaan siapa? Dia mau pulang ke Indonesia, dia WNI, terlepas ada persoalan politik, tapi itu hak dia sebagai WNI harus dihargai. Menurut saya ini pelanggaran HAM atas hak sipil Habib Rizieq pulang ke Indonesia," tuturnya. (idn/tor)