Dulu, Tapak Merdeka Walk Itu Tempat Mangkal PSK-Waria dan Taksi Gelap

Dulu, Tapak Merdeka Walk Itu Tempat Mangkal PSK-Waria dan Taksi Gelap

Khairul Ikhwan Damanik - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 16:31 WIB
Merdeka Walk. Foto: Khairul Ikhwan-detikcom
Merdeka Walk. Foto: Khairul Ikhwan-detikcom
Medan - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta pusat jajanan Merdeka Walk dibongkar agar Lapangan Merdeka Medan kembali seperti semula. Sebelumnya pertapakan Merdeka Walk itu tempat mangkal PSK, waria dan sopir taksi gelap.

Anggota DPRD Medan Hendra DS menyatakan salah satu alasan pembuatan Merdeka Walk tahun 2005 itu, pada masa Wali Kota Abdillah, justru untuk menata Medan. Agar areal di sekitar Lapangan Merdeka itu tidak menjadi kawasan yang membuat buruk citra kota.

"Lapangan Merdeka itu kewenangannya kan Pemkot Medan. Zaman Wali Kota Abdillah itu di-BOT-kan ke investor, alasannya karena waktu itu kondisi Lapangan Merdeka kumuh. Siang hari jadi mangkal taksi gelap dan malamnya jadi tempat PSK dan waria menjajakan diri," kata Hendra di DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis (21/11/2019).


Dengan adanya perjanjian BOT (build operate transfer), atau bangun-guna-serah dengan investor, maka disarankan Hendra, jika mau dikembalikan seperti sebelumnya, hendaknya menunggu selesai BOT-nya. Sebaiknya duduk bersama dengan investornya mencari solusi.

"Kan nggak bisa kita langsung main usir. Merdeka Walk itu sekarang sudah familiar juga bagi wisatawan mancanegara dan juga warga Medan," ujar Hendra.

Setuju dengan pendapat Gubernur Edy, Wakil Ketua DPRD Medan Rajuddin Sagala menyatakan, Lapangan Merdeka sepatutnya dijadikan kawasan hijau di inti kota.

"Mengingat ruang terbuka hijau yang memiliki taman kota sudah hampir punah di Medan.

"Sebaiknya dijadikan sebagai alun-alun yang asri, dan tempat berwisata warga kota," kata Sagala.


Jika disepakati untuk pindah, kata Sagala, Pemerintah Kota Medan bisa mencarikan alternatif tempat lain, yang tidak kalah strategis. Seperti di kawasan Jalan Hindu, atau di kawasan Capital sampai sudut Delipark Podomoro Jalan Putri Hijau.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi Nasdem Habib Sinuraya juga setuju pengembalian fungsi Lapangan Merdeka. Namun diingatkan, pentingnya dilakukan kajian dan penelitian terlebih dahulu, dan dibuat grand desain-nya.

"Mau dibuat seperti apa Lapangan Merdeka itu selanjutnya. Misalnya Lapangan Merdeka dijadikan taman wisata sejarah, bisa dijadikan taman tempat olahraga, taman wisata untuk bermain keluarga," katanya.

Jangan pula, kata Sinuraya, setelah satu atau dua bulan, dibangun lagi, atau cuma ganti nama saja. Nanti malah makin banyak pedagang kaki lima dan jadi tidak bagus kawasan itu.


Tonton juga Prostitusi di Apartemen Depok, Muncikari Jual PSK Via Medsos :


[Gambas:Video 20detik]

(rul/tor)