Cegah Ortu Gugat Sekolah karena Siswa Tinggal Kelas, Disdik DKI Lakukan Ini

Cegah Ortu Gugat Sekolah karena Siswa Tinggal Kelas, Disdik DKI Lakukan Ini

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 16:12 WIB
Pengguat dan Tergugat SMA Gonzaga Berdamai (Yulida/detikcom)
Pengguat dan Tergugat SMA Gonzaga Berdamai (Yulida/detikcom)
Jakarta - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyambut baik gugatan orang tua murid yang anaknya tidak naik kelas, Yustina Supatmi, terhadap SMA Gonzaga berakhir damai. Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan melakukan pembinaan terkait kurikulum terhadap sekolah-sekolah, tak hanya SMA Gonzaga.

"Ini adalah semua kebaikan dari semua, baik penggugat maupun tergugat atau kami turut tergugat. Intinya kelapangan hati dari Bu Yustina dan keluarga itu menjadi poinnya, begitu pun kelapangan hati dari Gonzaga," ujar Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Peserta Didik Disdik DKI Jakarta Taga Radja Gah di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

"Adapun ke depannya tugas dari Dinas Pendidikan itu sebagai regulator maupun kebijakan di dunia pendidikan akan kita lakukan. Mungkin bukan hanya Gonzaga saja, semuanya akan kita coba pembinaan ulang, artinya hal-hal yang berkaitan dengan teknis kurikulum akan kita lakukan pada saat pembinaan nanti," sambungnya.


Namun Taga tak menjelaskan detail terkait teknis pembinaan yang akan dilakukan Disdik kepada sekolah-sekolah. Sementara itu, terkait nilai KKM (kriteria ketuntasan minimal) SMA Gonzaga, menurutnya, setiap sekolah memiliki kewenangan dan teknis yang ditetapkan.

Taga menilai standar KKN Gonzaga sudah sesuai dengan prosedur karena kurikulumnya sudah diajukan dan divalidasi ke Disdik. Namun, berkaca dari kasus tersebut, pihaknya akan memantau kurikulum tiap sekolah.

"Jadi kurikulum yang diajukan oleh sekolah itu sudah melalui validasi dan verifikasi. Sudah melalui verifikasi untuk direkomendasikan ke Dinas Pendidikan, artinya SOP itu sudah dilakukan, tapi dengan adanya masalah seperti itu kita perlu tahu juga semua persoalannya. Jangan-jangan bukan hanya Gonzaga. Makanya seperti yang tadi disampaikan, itu sesuai tupoksi kita, sudah kewajiban kita, ada atau tidak ada kasus ini, kita akan lakukan itu," ujar Taga.

Sementara itu, pengacara SMA Gonzaga, Edi Danggur mengatakan kurikulum Gonzaga sudah sesuai dengan prosedur disahkan Disdik DKI Jakarta. Selain itu pihak sekolah juga telah melakukan sosialisasi terkait standar nilai KKM 75 di mata pelajaran peminatan.

"Jadi kalau soal kurikulum itu juga clear. Kita di Gonzaga itu pakai kurikulum nasional, sama dengan yang lainnya. Kalau KKM seperti dikatakan Pak Taga, itu ditentukan oleh sekolah," kata Edi.

Sebelumnya, sidang gugatan orang tua murid yang anaknya tidak naik kelas, Yustina Supatmi terhadap SMA Gonzaga berakhir damai. Kedua pihak sepakat berdamai dan tidak akan mengajukan gugatan lagi di kemudian hari.

"Mengadili menghukum para penggugat, tergugat, dan turut tergugat untuk mentaati isi kesepakatan perdamaian yang telah disepakati tersebut di atas," kata ketua majelis hakim Lenny Wati Mulasimadhi ketika membacakan putusan, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).


Nonton video Ortu Beri Opsi Damai ke SMA Gonzaga Soal Gugatan Siswa Tak Naik Kelas :

[Gambas:Video 20detik]

(yld/asp)