Ditangkap di Kuala Lumpur, Begini Aksi Koruptor Bobol APBD Kolaka Rp 24 Miliar

Ditangkap di Kuala Lumpur, Begini Aksi Koruptor Bobol APBD Kolaka Rp 24 Miliar

Matius Alfons, Andi Saputra - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 16:01 WIB
Foto: Atto Sakmiwata Sampetoding (ist.)
Foto: Atto Sakmiwata Sampetoding (ist.)
Jakarta - Atto Sakmiwata Sampetoding ditolak masuk ke Kuala Lumpur, Malaysia dan ditahan otoritas setempat. Imigrasi Indonesia bersama Kejaksaan Agung langsung menjemput Atto dan memulangkan ke Indonesia untuk dijebloskan ke penjara. Bagaimana Atto membobol APBD Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) sebesar Rp 24 miliar itu?

Berdasarkan catatan detikcom, Kamis (21/11/2019), kasus bermula saat perusahaannya mengekspor nikel ke China dalam bentuk mentah sebanyak 222 ribu mt pada 2010 dengan harga Rp 78 miliar. Hal itu diikat lewat perjanjian keperdataan.

Dari Rp 78 miliar, Pemda Kolaka mendapatkan sebesar Rp 15 miliar. Sedangkan sisanya digunakan antara lain untuk jasa pengangkutan Rp 10 miliar, transshipment Rp 6 miliar, pinjam sewa pelabuhan Rp 1,7 miliar dan biaya pengiriman ke China sebesar Rp 4 miliar.


Sehingga terdapat selisih Rp 24 miliar yang tidak dilaporkan ke negara dan dinikmati sendiri oleh Atto.

"Jika memperhatikan proses terjadinya dan pelaksanaan dari perjanjian jual beli antara Pemerintah Kabupaten Kolaka dengan PT Kolaka Mining International, maka perjanjian jual beli tersebut merupakan 'penyelundupan hukum' dan merupakan indikator terdakwa Atto Sakmiwata Sampetoding sebagai perantara (trader), dalam penjualan nikel kadar rendah milik Pemerintah Kabupaten Kolaka tersebut," kata jaksa dalam dakwaannya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3