Massa Gelar 'Mappatettong Siri', Minta Polisi Usut Kematian Mahasiswa UMI

Massa Gelar 'Mappatettong Siri', Minta Polisi Usut Kematian Mahasiswa UMI

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 15:44 WIB
Massa menggelar aksi di Polrestabes Makassar menuntut pengusutan tuntas kasus pembunuhan mahasiswa UMI Makassar, Kamis (21/11/2019). (M Nur Abdurrahman/detikcom)
Massa menggelar aksi di Polrestabes Makassar menuntut pengusutan tuntas kasus pembunuhan mahasiswa UMI Makassar, Kamis (21/11/2019). (M Nur Abdurrahman/detikcom)
Makassar - Massa Aliansi Masyarakat Bone (AMB) mendatangi Polrestabes Makassar, Sulsel. Massa mendesak polisi mengungkap kasus pembunuhan mahasiswa UMI Makassar, Andi Fredy.

Massa dalam aksi Mappatettong Siri atau menegakkan harga diri ini melakukan konvoi dari asrama Kepmi Bone di Jalan Kalumpang menuju Polrestabes Makassar. Sejumlah peserta aksi menggunakan pakaian khas adat Bugis Bone.

Andi Fredy meninggal dalam penyerangan pada Selasa (15/11/2019) di sekitar Fakultas Hukum UMI Makassar, Jalan Urip Sumoharjo. Korban merupakan warga Desa Biccoing, Kecamatan Tonra, Bone.


Juru bicara AMB, Andi Singkerru Rukka, mengatakan masyarakat Bone mengecam keras penikaman terhadap korban.

"Ini adalah masalah kemanusiaan, yang direndahkan sekelompok orang di Mapala UMI, kami datang ke sini untuk meminta keadilan, agar polisi menangkap semua pihak yang terlibat atas kematian Andi Fredy, bukti-buktinya jelas di rekaman CCTV," ujar Andi Singkerru.

Massa Gelar Aksi di Polrestabes Makassar menuntut pengusutan tuntas kasus pembunuhan mahasiswa UMI Makassar, Kamis (21/11/2019)Massa menggelar aksi di Polrestabes Makassar menuntut pengusutan tuntas kasus pembunuhan mahasiswa UMI Makassar, Kamis (21/11/2019). (M Nur Abdurrahman/detikcom)

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono--yang menemui massa AMB--menjamin penanganan kasus kematian Andi Fredy dilakukan secara profesional.

Polisi sudah menetapkan 3 orang sebagai tersangka pelaku penyerangan dan penikaman terhadap Andi Fredy. Sejumlah orang masih diburu terkait penyerangan mahasiswa UMI Makassar ini.

"Percayakan sepenuhnya pada jalur hukum, saya berjanji saya akan mengusut tuntas kasus ini, siapa pun yang terlibat, melakukan pembunuhan dan ikut membantu akan kita tangkap," kata Yudhiawan.

Setelah melakukan unjuk rasa di depan Mapolrestabes Makassar, massa AMB kemudian melakukan konvoi menuju kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo. Mereka menggelar aksi mimbar bebas sambil membakar ban bekas di tengah jalan, untuk mendesak Rektor UMI segera membubarkan Mapala UMI karena menjadi biang aksi kekerasan di dalam kampus UMI.


Sebelum massa AMB datang, pihak rektorat UMI telah meliburkan aktivitas perkuliahan hingga Senin (25/11/2019). Puluhan aparat kepolisian dari Polsek Panakkukang dan Polrestabes Makassar berjaga-jaga di sekitar kampus UMI dan Gedung Rektorat UMI. (mna/fdn)