Habib Rizieq Dibawa-bawa di Kasus Meme Joker

Round-Up

Habib Rizieq Dibawa-bawa di Kasus Meme Joker

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 07:17 WIB
Foto: Ade Armando penuhi panggilan polisi (Samsudhuha-detikcom)
Foto: Ade Armando penuhi panggilan polisi (Samsudhuha-detikcom)
Jakarta - Pakar Komunikasi Ade Armando akhirnya diperiksa polisi terkait kasus meme 'Joker' Gubernur Anies Bawedan. Ade Armando pun mencurigai ada peran Habib Rizieq Syihab dalam kasus yang dilaporkan oleh anggota DPD RI Fahira Idris itu.

Hal itu diungkap Ade Armando seusai diperiksa di Polda Metro Jaya, Rabu (20/11/2019). Ade menduga Rizieq ada kaitannya dengan pelaporan Fahira Idris, mengingat Fahira sempat bertemu dengan Rizieq di Mekah pada saat umrah.

"Saya naikin (foto Joker pada) 31 Oktober (2019) dia laporin saya 1 November. Saya bertanya-tanya, Fahira punya masalah apa sama saya, sebenci itukah dia?" kata Ade kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

"Ternyata jawabannya jelas ketemu Rizieq Syihab di Mekah. Rizieq itu musuh saya memang. Kalau dicari alasan, ya bayangin dong umrah ketemu Rizieq Syihab mau bikin reuni 212, ya udah jelas," sambung Ade.





Di sisi lain, Ade Armando sering mengkritisi Rizieq Syihab. Ade pun menganggap Rizieq sebagai musuhnya.

"Dari dulu saya berulang kali mengkritik Rizieq, terutama sejak dia melarikan diri dari Indonesia dengan kasus chat mesumnya itu," sambungnya. Untuk diketahui, kasus chat mesum yang disebut Ade Armando penyidikannya sudah dihentikan polisi.

Ade kemudian menjelaskan alasannya memposting meme tersebut ke media sosial. Hal itu menurutnya adalah sebuah bentuk kritikan terhadap Anies.

"Kalau Anda baca FB saya itu ,setiap hari kok saya terus gugat Pak Anies. Saya rasa rakyat Jakarta terus kritik Pak Anies, karena emang nggak beres pemerintahannya," kata Ade.

Pelaporan Fahira Idris diakuinya tidak membuatnya berhenti mengkritisi Anies Baswedan. Dia akan terus mengkritisi Anies Baswedan.

"Justru itu, saya nggak mau karena ini siapa pun jadi takut kritik Pak Anies. Kritik Pak Anies harus terus dan Bu Fahira harus tahu jangan sampai menyangka gara-gara, ini fardu ain. Jangan gara-gara dia gugat saya kemudian saya jadi takut tidak mau lagi kritik Anies, enggak, itu akan terus," jelasnya.

"(Mengkritik Anies) fardu ain ya iya, kalimat bagus tuh bagi umat Islam. Fardu ain itu kewajiban personal dan harus sama-sama,"sambungnya.






Selanjutnya
Halaman
1 2 3