Round-Up

Cerita Pemberhentian Terhormat Ustaz Abdul Somad

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 20:30 WIB
Ustaz Abdul Somad (Ari Saputra/detikcom)
Ustaz Abdul Somad (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ustaz Abdul Somad Batubara (UAS) mengundurkan diri sebagai PNS Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Pekanbaru. UAS diberhentikan secara terhormat. Bagaimana ceritanya?

Kabar UAS mengundurkan diri muncul pada pertengahan Oktober 2019. Ketika itu surat pengunduran UAS masih diproses di pihak rektorat. Setelah selesai, barulah akan dilaporkan ke Kemenag.

Pengunduran diri UAS mengejutkan pihak kampus. Sebab, UAS terhitung baru 8 tahun sebagai dosen.

"Belum lama, sekitar 8 tahun. Posisinya hanya sebagai dosen biasa saja (tidak ada jabatan di rektorat)," kata Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan keuangan dan Kepegawaian UIN Suska Pekanbaru, Prof Dr Ahmad Supardi, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (16/10/2019).



Ahmad menjelaskan golongannya sebagai PNS juga masih rendah. Ketika geger surat pengunduran diri, UAS sedang tugas belajar mengambil gelar doktor (mahasiswa S3) di Sudan.

"Kita memberikan (izin) tugas belajar. Kita berikan izin untuk mengambil S3 untuk ngambil doktor," katanya.

Ahmad mengatakan, dalam surat, pengunduran diri UAS disebabkan kesibukan. Dia menyayangkan keputusan UAS itu.

"Sebagai dosen kan ada kewajiban mengajar (di kampus). Karena kesibukan-kesibukan itu, beliau bilang tidak bisa aktif proses belajar-mengajar," kata Ahmad.



UIN Suska beberapa kali melayangkan surat ke UAS untuk mengklarifikasi pengunduran diri UAS dari ASN. Ustaz kondang dan fenomenal ini diminta menghadap Rektor UIN Suska pada Rabu, 30 Oktober 2019.

Selain itu, pihak kampus berkirim surat pertimbangan ke Sekjen Kemenag terkait nasib UAS. Surat pertimbangan tersebut untuk mengambil keputusan memberhentikan dari ASN.



Rektor UIN Suska Prof DR Akhmad Mujahidin menjelaskan surat permohonan pertimbangan tersebut dikirim pada 6 November 2019. Surat tersebut dikirim setelah surat pemanggilan tiga kali ke UAS tidak mendapat respons.

"Kita sudah tiga kali melayangkan surat klarifikasi kepada UAS terkait pengunduran dirinya. Namun hingga kini tidak mendapat jawaban, tidak pernah hadir untuk memberikan klarifikasi," kata Akhmad kepada detikcom, Selasa (12/11).

Menurut Akhmad, pertimbangan dari Sekjen Kemenag saat dibutuhkan untuk mengambil keputusan akhir terhadap permohonan surat pengunduran diri ASN yang diajukan UAS.



Sepekan kemudian, Akhmad menyetujui surat pengunduran diri UAS. Persetujuan itu diberikan setelah Kemenag memberikan kewenangan ke pihak kampus.

Permohonan UAS pun dikabulkan. Somad tak lagi jadi dosen PNS per 1 Desember 2019. Akhmad menjelaskan UAS diberhentikan dari status PNS secara terhormat.

"Kami sudah mengikuti semua prosedur yang ada untuk mengabulkan surat permohonan pengunduran diri UAS sebagai PNS. Dia kami berhentikan dengan hormat. Dia terhormat banget," kata Akhmad, Rabu (20/11).

Akhmad menjelaskan pihaknya tidak mungkin mempertahankan UAS. Sebab, pengunduran diri sebagai dosen datang dari ustaz kondang itu sendiri.



"Jadi beliau itu kehormatannya sangat terjaga. Lain hal kalau diperiksa KASN, keputusannya malah diberhentikan tidak hormat kan lain lagi. Tentu Rektor mengambil keputusan berdasarkan regulasi di atasnya. Sekarang kan Sekjen (Kemenag) kasih solusi, ya berhentikan dengan hormat, ya itu kan hak rektor, ya sudah, kami luruskan saja," kata Akhmad.



Menurut Akhmad, pihaknya sudah menempuh regulasi untuk mengambil keputusan memberhentikan UAS sesuai dengan permintaannya. Pihak kampus sudah berkali-kali melayangkan surat klarifikasi kepada UAS. Hanya, tidak pernah ada respons.

Surat pertimbangan dari Sekjen Kemenag dijawab pada 8 November 2019. Tetapi, surat secara resmi diterima pihak kampus pada 12 November 2019.

"Terus tanggal 13-nya kami musyawarah pimpinan, kami sikapi, ya akhirnya ya sesuai dengan permintaannya (UAS) ya kami luluskan permohonannya untuk berhentikan dengan hormat," kata Akhmad.



UAS, menurut Rektor UIN Suska, adalah aset sebagai ulama yang berwibawa dan memiliki jemaah yang banyak. Dia berharap UAS semakin berkembang setelah tak lagi berada di dunia kampus.

"Semoga setelah tidak di akademik lagi, semakin eksis, berkembang, semakin baik ya komunikasinya dengan berbagai pihak, itu saja (harapan)," kata Akhmad. (idn/knv)