Prabowo Mau Kirim Taruna ke Luar Negeri, Ketua Komisi I: Sah-sah Saja

Prabowo Mau Kirim Taruna ke Luar Negeri, Ketua Komisi I: Sah-sah Saja

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 13:11 WIB
Foto: Meutya Hafid (Rolando Fransiscus-detikcom)
Foto: Meutya Hafid (Rolando Fransiscus-detikcom)
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berencana mengirim Taruna Akademi Militer ke sejumlah negara untuk belajar termasuk Amerika Serikat (AS). Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, menilai recana Prabowo hal biasa dalam kerja sama pertahanan.

"Kita memang kerja sama dengan Amerika Serikat dan saling pertukaran prajurit kok. Jadi memang kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat sudah dalam berjalan, kemudian pertukaran prajurit, keperluan pendidikan itu hal biasa yang dilakukan," kata Meutya, di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (20/11/2019).

"Jadi nggak ada yang baru saya rasa dalam kerangka kerja sama pertahanan itu sah-sah saja," imbuhya.



Meutya mengatakan Indonesia memang memiliki kerja sama militer dengan berbagai negara. Dia pun menganggap kerja sama dengan mengirimkan taruna untuk belajar adalah hal lumrah.

"Kalau saya tidak melihat siapa yang kritik, kalau memang kita punya kerja sama pertahanan, clear, itu sudah lama kita punya. Memang dalam kerja sama pertahanan itu memang biasanya ada pertukaran untuk prajurit, menurut saya itu hal biasa, hal lumrah," ucapnya.

Sebelumnya, Prabowo disebut berencana meminta TNI mengirim taruna Akademi Militer untuk belajar ke sejumlah negara. Hal tersebut dimaksudkan Prabowo agar para taruna bisa mendapat pengetahuan militer dengan sudut pandang berbeda.

"Terkait dengan pelatihan, Menhan RI Prabowo Subianto berencana meminta TNI untuk mengirim taruna-taruna Akademi Militer Indonesia agar bisa belajar di masing-masing negara, termasuk ke Amerika Serikat, seperti ke West Point untuk Angkatan Darat, ke Air Force Academy untuk Angkatan Udara, dan ke Annapolis untuk Angkatan Laut," kata Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam keterangannya, Sabtu (16/11).



Rencana tersebut langsung menuai kritik. Kritik tersebut berasal dari anggota Komisi I DPR Fraksi PKS, Abdul Kharis Almasyhari.

"Belum tentu (belajar di luar negeri menjadi lebih baik), tergantung negara mana. Jangan mandang luar (negeri) pasti lebih baik dong," kata Kharis di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/11).




Tonton juga video Prabowo Jadi Menhan, Titiek: Dadanya Tetap Merah Putih:

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/haf)