detikNews
Rabu 20 November 2019, 11:56 WIB

Bukti Minim, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Pencurian Puluhan Penyu di Sanur

Aditya Mardiastuti - detikNews
Bukti Minim, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Pencurian Puluhan Penyu di Sanur Konservasi penyu Sindu Dwarawati, Sanur (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Hampir satu bulan berlalu, polisi tak kunjung mendapatkan titik terang kasus pencurian penyu di kawasan konservasi di Sanur, Denpasar, Bali. Bukti-bukti kasus ini sangat minim dan polisi kesulitan melacak jejak pelaku.

"Masalah kasus pencurian penyu, kami sangat minim alat bukti, malah saksi sama sekali tidak punya karena terbentur giat itu dini hari. Itu kendala kami. Dari CCTV satu rangkaian yang ada yang kami jadikan pedoman akses keluar-masuk ke TKP itu sama sekali nggak muncul," kata Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya saat ditemui di Mapolresta Denpasar, Jl Gunung Sanghyang, Denpasar, Bali, Rabu (20/11/2019).

Wirajaya masih belum berani memastikan pelaku pencurian penyu yang terekam di CCTV merupakan bule sehingga dia juga belum berkoordinasi dengan Imigrasi karena belum ada data.


"Kami kan nggak boleh berasumsi (pelaku WNA). Kalau tidak ada data akurat, kami nggak boleh. Belum sampai (Imigrasi) karena kami belum koordinasi ke sana, boro-boro data yang kami kasih ke Imigrasi juga nggak ada," jelasnya.

Wirajaya menambahkan, dari rekaman CCTV yang diambil, wajah pelaku juga tidak terlihat melintas. Polisi pun masih kesulitan mencari jejak pelaku pencurian 9 penyu dan 15 tukik dari kawasan konservasi Sanur itu.


"CCTV yang kami ambil itu tiga titik warung, yang di tempat penjualan tiket Nusa Penida-Nusa Lembongan cuma tidak kelihatan wajah yang sama melintas. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BKSDA kok (soal satwa yang dicuri)," jelasnya.

Hingga kini, Wirajaya juga tak mau berasumsi soal dugaan penggunaan penyu-penyu yang hilang tersebut. Meski begitu, dia memastikan penyelidikan masih terus berlanjut.

"Nggak tahu, penyu itu salah satu dilindungi, potensi-potensi untuk dijual, untuk upacara adat atau yang lain kan banyak sekali. Kami nggak berani memastikan. Yang jelas ada kasus pencurian terekam CCTV pelakunya, sudah kami gambarkan belum bisa kami pastikan indikasi orang lokal atau WNA," bebernya.

"Kami berusaha menemukan pelakunya. Syukur-syukur kalau dia mau mengakui perbuatannya, tapi ini sudah sebulan berlalu," ujar Wirajaya.

Peristiwa pencurian itu terjadi Senin (21/10) sekitar pukul 03.00 Wita. Seorang pria diduga warga negara asing menggunakan kaus warna hitam dan celana panjang jins masuk ke kawasan konservasi dengan melompati pagar setinggi sekitar 1,5 meter.

"Kejadian pintu dikunci, tidak ada yang dirusak, digembok. Ada tanda-tanda pelaku loncat pagar, sementara terekam (pelakunya) satu bule, sudah kami laporkan ke polisi," pengurus kelompok Konservasi Penyu Sindu Dwarawati, I Made Winarta (43), saat ditemui di lokasi, Jl Sindu, Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (22/10).
(ams/aan)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com