Raker di Komisi III, Kapolri: 74 Terduga Teroris Ditangkap Usai Bom di Medan

Raker di Komisi III, Kapolri: 74 Terduga Teroris Ditangkap Usai Bom di Medan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 11:49 WIB
Rapat Komisi III dengan Kapolri (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom)
Rapat Komisi III dengan Kapolri (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Idham Azis memaparkan perkembangan kasus-kasus yang menjadi perhatian nasional. Kasus-kasus tersebut di antaranya kasus penusukan eks Menko Polhukam Wiranto hingga kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Hal itu dipaparkan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019). Idham mengungkapkan pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, ada 74 terduga teroris yang ditangkap.



"Pengungkapan kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang terjadi pada 13 November 2019 selain mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri dalam 8 hari pascaperistiwa tersebut, Polri juga berhasil menangkap 74 orang tersangka jaringan teror di 10 wilayah, yaitu Sumut 30 orang, Jabar 11 orang, Jateng 11 orang, Pekanbaru 5 orang, Banten 5 orang, Kaltim 4 orang, DKI Jakarta 3 orang, Aceh 2 orang, Jatim 2 orang, Sulsel 1 orang. Serta anak-anak Densus masih terus bergerak," papar Idham.

Idham menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan, pelaku penyerangan terhadap Wiranto dan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka, kata dia, terpapar ajaran terorisme melalui media sosial.

"Berdasarkan kasus penyerangan Jenderal (Purn) Wiranto dan kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan para pelaku merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah atau yang biasa disebut JAD. Afiliasi pada ISIS. Para pelaku terpapar radikalisme melalui medsos sehingga memiliki tujuan menyerang pemerintah dan aparat kepolisian karena dianggap sebagai thogut," ujarnya.



Simak Video "Usai Bom Medan, Polisi Tetapkan 46 Orang Tersangka"

[Gambas:Video 20detik]

(mae/haf)