PBB Resah Masih 'Zonk' Meski Dukung Jokowi, PPP Ungkit Politik Keumatan

PBB Resah Masih 'Zonk' Meski Dukung Jokowi, PPP Ungkit Politik Keumatan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 07:34 WIB
Foto: Awiek (Dok PPP)
Foto: Awiek (Dok PPP)
Jakarta - Partai Bulan Bintang (PBB) resah karena masih 'zonk' alias tak terlibat di pemerintahan saat ini meski mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma'ruf Amin. PPP meminta PBB sabar dan berbicara soal politik keumatan.

"Sebenarnya kegelisahan itu wajar ya, dalam politik biasa. Namun sejauh ini belum ada slot yang diberikan bukan berarti mereka diabaikan," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) kepada wartawan, Selasa (19/11/2019) malam.


Awiek yakin Jokowi tidak akan lupa terhadap para pengusungnya. Menurutnya, persoalan PBB hanya tentang waktu saja.

"Soal posisi merupakan hak prerogatif presiden," kata Awiek.

Anggota DPR itu lantas berbicara dukungan total PPP terhadap Jokowi. Menurutnya, PPP tidak meminta-minta kursi di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf karena mengusung politik keumatan.

"PPP sendiri saat mengusung Jokowi tidak pernah terbesit sedikit pun tentang jabatan sebagai kompensasi karena PPP mengedepankan politik keumatan. Pada akhirnya kader PPP dipercaya menempati dua pos kementerian yakni menteri PPN/Kepala Bappenas dan Wakil Menag, itu pun tidak kami minta-minta," tutur Awiek.


Waketum PBB Sukmo Harsono menyebut kadernya di semua tingkatan sedang resah terkait nasib partai usai pengumuman Kabinet Indonesia Maju. Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra disebut mendapat desakan agar mengambil sikap gegara PBB masih 'zonk' meski mendukung Presiden Jokowi.

"Mereka banyak mendapat pertanyaan dari konstituen dan umat Islam yang mendukung PBB. Desakan dari bawah dan sangat kuat mendesak Ketum dan Sekjen mengambil sikap dan memberi penjelasan mengapa PBB sampai saat ini masih 'zonk' dalam partisipasi aktif di pemerintahan," kata Sukmo.


Suharso soal Kemungkinan Islah dengan Kubu Humphrey: Tak Ada Masalah

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/lir)