detikNews
Rabu 20 November 2019, 07:06 WIB

Korlabi Ikut MUI soal Umat Harus Tahan Diri di Kasus Sukmawati

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Korlabi Ikut MUI soal Umat Harus Tahan Diri di Kasus Sukmawati Foto: Novel Bamukmin (Lamhot Aritonang/detikcom)
FOKUS BERITA: Kontroversi Sukmawati
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Sukmawati Soekarnoputri telah menyinggung muslim karena membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno namun mengimbau umat tetap menahan diri. Pelapor Sukmawati, Korlabi, ikut arahan MUI.

"Justru Korlabi melaporkan agar umat Islam tidak bergejolak dan bisa mengarah ke hal-hal yang tidak diinginkan sedari itu kami Korlabi sepakat dengan MUI bahwa semua kita serahkan kepada proses hukum berjalan agar berlanjut ke meja hijau agar umat bisa meredam kemarahannya," kata Sekjen Korlabi, Novel Bamukmin, saat dihubungi Selasa (19/11/2019) malam.


Novel Bamukmin menyebut Korlabi atau Koordinator Bela Islam bakal bertandang ke MUI pusat dan DPR. Mereka ingin mendengarkan sikap para wakil rakyat di Senayan.

"Dan Korlabi juga dalam minggu ini insyaallah rencananya akan audiensi ke MUI pusat juga ke DPR RI guna meminta tanggapan agar masyarakat tahu langsung sikap dari wakil rakyat kita," tutur Novel.

Usai MUI menggelar rapat pada Selasa (19/11) pagi membahas mengenai pernyataan Sukmawati, Sekjen MUI Anwar Abbas membacakan tulisan dalam secarik kertas. Isinya kesimpulan rapat MUI mengenai pernyataan Sukmawati itu.

"Pertama, pernyataan yang disampaikan Ibu Sukmawati itu kita sudah tahu semuanya. Telah menyinggung hati dan perasaan umat Islam. Karena telah mengusik ranah keyakinan umat. Bahwa nabi dan rasul tidak bisa dibandingkan dengan tokoh lain. Dalam hal ini membandingkan Nabi Muhammad dengan Bung Karno," kata Anwar Abbas di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.


Poin kedua, lanjut Anwar, akibat dampak dari pernyataan tersebut, telah membuat banyak elemen masyarakat yang mengungkapkan kekecewaannya. MUI juga menyadari sepenuhnya mengenai upaya pelaporan oleh elemen masyarakat ke kepolisian terhadap Sukmawati.

Poin ketiga, lanjut Anwar, MUI menghormati proses hukum yang diberlakukan kepada Sukmawati. Namun Anwar mengimbau semua pihak agar menahan diri.

"Untuk itu, kami MUI mengimbau kepada para pihak agar dalam menghadapi masalah ini tetap bisa mengendalikan diri dan memperhatikan undang-undang serta ketentuan yang berlaku dalam Republik Indonesia. Agar masalah ini tidak melebar ke mana-mana dan tidak mengganggu keamanan dan stabilitas dalam negeri," jelasnya.
(gbr/lir)


FOKUS BERITA: Kontroversi Sukmawati
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com