detikNews
Selasa 19 November 2019, 21:52 WIB

Rombongan Ojol Nekat Bawa Lari Jenazah Bayi dari RS, Ini Alasannya

Jeka Kampai - detikNews
Rombongan Ojol Nekat Bawa Lari Jenazah Bayi dari RS, Ini Alasannya Ilustrasi bayi. (Foto: getty images)
Padang - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Padang, Sumatera Barat, nekat membawa lari jenazah seorang bayi yang meninggal di Rumah Sakit Dokter Muhammad Djamil Padang. Apa alasannya?

"Kita merasa dipersulit oleh pihak rumah sakit. Ini bayi dari rekan kami. Kami sudah ikuti prosedur secara baik-baik, tapi dipersulit ke sana-kemari. Akhirnya, kami nekat membawa jenazah adik Alif keluar dan bawa ke rumah duka," kata koordinator aksi Komunitas GoJek Padang, Nanda, kepada wartawan di rumah duka, Selasa (19/11/2019).



Ia mengatakan, sebelum bayi meninggal, komunitas ojol sudah melakukan aksi solidaritas untuk pengumpulan dana. Saat mengetahui sang bayi tak bernyawa, mereka kemudian bergerak ke rumah sakit.

"Namun di rumah sakit, keluarga dipersulit untuk membawa bayinya pulang. Inilah yang memicu kami mengambil langkah nekat dengan membawa paksa jenazah keluar," kata dia.

Pihak rumah sakit sendiri membantah mempersulit pengambilan jenazah bayi bernama Muhammad Khalif Putra. Pejabat pemberi informasi RS DR M Djamil Padang, Gustavianof, mengatakan pihaknya tidak pernah mempersulit proses jenazah untuk dibawa ke rumah duka. Hanya, ada prosedur yang harus dilalui sehingga tidak merugikan kedua belah pihak.

"Jenazah yang meninggal baru boleh dibawa pulang setelah 2 jam. Keluarga juga harus mengurus administrasinya," kata Gustavianof.

"Tiba-tiba saja ada rombongan ojek online datang ke kamar mayat dan membawa pulang ke rumah pasien mayat tadi tanpa sepengetahuan orang tua dan paman pasien," kata dia.



Menurut Gustavianof, sebagai rumah sakit pemerintah, M Djamil memiliki prosedur.

"Kalaupun pasien yang meninggal tidak memiliki biaya, bisa kok pulang. Cukup KTP saja untuk administrasi saja, karena ini rumah sakit negara, tapi tidak bisa seperti itu," katanya lagi.

Pada Selasa (19/11) siang, puluhan pengemudi ojol membawa pergi jenazah seorang bayi dari kamar mayat rumah sakit pelat merah tersebut. Bayi Khalif, yang baru berusia 6 bulan, meninggal akibat penyakit kelenjar getah bening.

Namun jenazahnya tak bisa dibawa ke luar rumah sakit karena pihak keluarga memiliki utang biaya selama perawatan sebesar Rp 24 juta lebih. Orang tua Khalif, Dewi Suryani, mengakui pihaknya memiliki tagihan yang harus diselesaikan. Namun ia mengaku justru tidak tahu jenazah anaknya dibawa paksa oleh rombongan ojek online.
(idn/idn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com