PKS Disebut Ingin 'Kucilkan' Gelora, Ini Kata Sohibul Iman

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 20:52 WIB
Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto (Agung Pambudhy/detikcom)
Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - PPP menyebut pertemuan PKS dan Partai Berkarya berencana untuk 'mengucilkan' Partai Gelora agar tidak memiliki akses ke keluarga Cendana. Apa kata Presiden PKS Sohibul Iman?

"Silakan punya tafsiran apa pun. Jadi PKS bekerja berdasarkan keyakinan dan program-programnya. Orang mau bicara apa silakan, kami tidak akan berhenti karena cacian orang-orang, dan kami tidak semakin bersemangat gara-gara pujian orang. Karena kami punya keyakinan, itu saja," tegas Sohibul di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

Dia juga menanggapi pernyataan Wasekjen PPP Achamd Baidowi (Awiek) yang menyebut pertemuan ini tidak berpengaruh pada kekuatan oposisi. Sohibul mengaku tidak memusingkan kritik politikus PPP itu.


"Terserah, terserah, kita tidak perhatikan komentar orang," ucapnya.

Ketika ditanya soal keberadaan Partai Gelora, Sohibul mengaku bukan masalah. Dia menyebut mendirikan partai politik merupakan hak semua orang.

"Ya bagus, bagus, ya bagus, karena itu hak semua rakyat Indonesia," katanya.




Pertemuan PKS dan Partai Berkarya ini menghasilkan lima kesepakatan. Dari kesepakatan itu, salah satunya bekerja sama di Pilkada 2020.

"Membuka ruang kerja sama dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dengan memenangkan kompetisi Pilkada tahun 2020 dengan cara bermartabat dan penuh keberkahan," bunyi poin kesepakatan yang dibacakan Sekjen PKS Mustafa Kamal saat konferensi pers di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (19/11).

Sebelumnya, spekulasi soal pertemuan PKS-Berkarya dilemparkan oleh Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek). Awiek meyakini pertemuan itu pun sebagai bukti bahwa keluarga Cendana, yang lekat dengan Partai Berkarya, tidak bersama Ketum Gerindra Prabowo Subianto.


"Selain itu, bisa dibaca cara PKS mempersempit ruang gerak peluang 'adik' barunya yang bernama 'Gelora' agar tidak leluasa berakses dengan Cendana," ujar Awiek kepada wartawan, Selasa (19/11).

Selain itu, Awiek menilai pertemuan PKS dan Partai Berkarya hanyalah pertemuan politik biasa. Pertemuan itu dinilai tak berpengaruh pada kekuatan oposisi.

"Tidak berpengaruh ke kekuatan oposisi karena yang bisa bersuara di parlemen hanya PKS, sementara Berkarya tidak bisa. Sehingga pertemuan itu tidak ngefek ke koalisi-oposisi karena pertemuan politik biasa," kata Awiek.


Partai Berkarya: Kami Tak Ingin Biarkan PKS Sendirian

[Gambas:Video 20detik]

(zap/jbr)