Kegiatan Belajar Siswa SMK Yadika 6 Bekasi Dipindah ke Aula Pascakebakaran

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 17:13 WIB
Aula SMK Yadika 6 Bekasi (Rolando/detikcom)
Aula SMK Yadika 6 Bekasi (Rolando/detikcom)
Bekasi - Kepala SMK Yadika 6 Bekasi, Jatiwaringin, Pondok Gede, Rellus Manurung memastikan kegiatan belajar-mengajar para siswa harus tetap berlangsung meski ruang kelas hangus terbakar. Untuk sementara waktu, kegiatan belajar-mengajar akan dipindah ke gedung aula.

"Rencana kita berdayakan yang ada di sini, kita punya aula di lantai 4," kata Rellus kepada wartawan di SMK Yadika 6 Bekasi, Jalan Wadas, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa (19/11/2019).

"Itu yang perlu kita pikirkan, karena kami mau mereka tidak ketinggalan pelaksanaan KBM (kegiatan belajar-mengajar) jadi prioritas utama. Antisipasinya karena kita masih punya gedung aula, nanti kita berdayakan," sambungnya.

Pihaknya tengah mempersiapkan kegiatan belajar-mengajar di tempat darurat. Untuk sementara, para siswa diliburkan dahulu selama 3 hari selama kelas darurat dipersiapkan.

"Kita akan sekat secepat mungkin seperti saya sampaikan tadi, kegiatan belajar-mengajar secepatnya kita laksanakan," imbuhnya.




Aula itu terdapat di Gedung B. Gedung tersebut berukuran sekitar 10 x 30 meter.

Di samping ruang aula, terdapat 3 ruang gudang yang berisi bangku dan meja yang berdebu. Di dalam ruang aula, ada 1 papan tulis warna putih yang dilengkapi 7 kipas angin.

Total ada 18 ruangan yang terbakar dalam kejadian itu. Terdiri atas 10 ruangan belajar, 1 ruangan laboratorium, ruang guru dan kepala sekolah, serta ruang meeting dan ruang lainnya.

Jumlah siswa sendiri ada 799 orang. Kegiatan belajar-mengajar ada di 26 ruangan di Gedung A, B dan C.

Kebakaran terjadi pada Senin (18/11) sore menjelang jam pelajaran usai. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Di tengah sekolah mempersiapkan ruang belajar darurat, api kembali muncul di lantai 2 gedung tersebut. Beruntung api tersebut bisa cepat dipadamkan.

Peristiwa itu mengakibatkan 14 guru dan siswa mengalami luka-luka. Para korban rata-rata loncat dari atas gedung karena panik dan ingin menyelamatkan diri.

(mea/mea)