Lafal 'Lahaula Walakuata Illabillah' yang Punya Keutamaan Hebat

Lafal 'Lahaula Walakuata Illabillah' yang Punya Keutamaan Hebat

Lusiana Mustinda - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 16:47 WIB
Lahaula Walakuata Illabillah. Foto: iStock
Lahaula Walakuata Illabillah. Foto: iStock
Jakarta - Lahaula walakuata illabillah merupakan kalimat yang memlilki arti mendalam. Lalu apa saja keutamaan dari kalimat ini?

Lafal lahaula walakuata illabillah sering terselip dalam dzikir dan doa. Keduanya sama-sama menjadi bentuk komunikasi umat manusia dengan Allah SWT. Karena dengan dzikir dan doa, kita menunjukkan rasa syukur dengan keagungan dan kekuasaan Allah SWT.


Mengungkapkan keterbatasan kita sebagai manusia atas kuasa Allah SWT.

Ini lafal lahaula walakuata illabillah dalam tulisan Arab dan artinya:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi

Artinya: "Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung."

Dilansir dalam islam.co, Rasulullah SAW bersabda tentang anjuran membaca kalimat 'Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi':

"Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu bacaan yang menjadi simpanan kekayaan di dalam surga? Maka sahabat menjawab, 'Tentu wahai Rasulullah'. Rasulullah menjelaskan, 'Bacalah La hawla wa la quwwata illa billah'" (HR: Muslim)

Dikutip dalam islam.nu.or.id menuliskan bahwa, Syekh M Nawawi Al-Bantani menyebutkan sejumlah keutamaan lafal Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi.

Ia mengutip hadist riwayat Ibnu Abid Dunya tentang orang yang melazimkan pembacaan lafal Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi, yakni:

Artinya: "Salah satu keistimewaan lafal hauqalah ini adalah apa yang disebutkan di dalam Fawaidus Syarji, yaitu hadits riwayat Ibnu Abid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAW bahwa ia bersabda, 'Siapa saja yang membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi setiap hari sebanyak 100 kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran,'" (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5).

Syekh M Nawawi Banten juga mengutip hadits yang menjelaskan keutamaan lafal Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi. Menurutnya, hauqalah merupakan lafal yang baik dibaca ketika seseorang tengah dirundung kesulitan dan kebuntuan.

Artinya: "Diriwayatkan di dalam hadits juga bahwa bila kebimbangan hinggap di hati seseorang lalu ia membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi sebanyak 300 kali, niscaya Allah membukakan jalan keluar baginya, maksudnya Allah mengurangi beban kesulitannya. Hal ini disebutkan oleh guru kami, Syekh Yusuf dalam hasyiyah Mi'raj-nya," (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5).



(lus/nwy)