Wakili MUI, Ma'ruf Amin Terima Bantuan Taiwan untuk Islamic Center di Palu

Adi Fida Rahman - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 13:57 WIB
Maruf Amin (Fida/detikcom)
Ma'ruf Amin (Fida/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum MUI nonaktif Ma'ruf Amin menyaksikan penyerahan bantuan dari pemerintah Taiwan untuk pemulihan gempa di Palu. Pemerintah Taiwan memberikan bantuan berupa dana uang digunakan untuk pembangunan Islamic Center, Markaz Al Islami, di Palu.

Penerimaan bantuan dilakukan di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019). Ma'ruf Amin, yang juga Wakil Presiden, mengucapkan apresiasinya atas bantuan tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih pada delegasi Taiwan yang hari ini menyerahkan kepada Al Markaz Al Islami di Palu, tambahan sebesar Rp 5 miliar," kata Ma'ruf.


Foto: Fida/detikcom

Ma'ruf Amin mengatakan bantuan ini merupakan yang kedua kalinya. Pada tahap pertama, pihaknya sudah menerima Rp 7,5 miliar dari Taiwan.

"Pada tahap pertama, Taiwan memberikan kepada pembangunan Islamic Center di Palu melalui MUI sebanyak Rp 7,5 miliar," ucap Ma'ruf.




Dia menceritakan, pemberian bantuan kedua, karena permintaannya sendiri saat peletakan batu pertama pada 2018. Ma'ruf mengaku sedih karena saat itu bantuan kurang.

"Pada saat peletakan bantuan, saya bilang dana tidak cukup, karena itu perlu ada tahap kedua. 'Apa betul, nanti ada tahap ke dua. Sambil ketawa (pihak Taiwan) manggut 'Iya'. Gempa juga suka begitu, jadi ada tahap pertama ada gempa susulan," jelasnya.

Ma'ruf Amin menuturkan, MUI selalu siap menyalurkan bantuan. Pihaknya akan menerima bantuan dari pihak-pihak terkait.

"Semua Alhamdulillah berjalan baik. Mudah-mudahan MUI selalu bisa berpartisipasi dan berkontribusi," ucapnya.

Sementara itu, perwakilan Taipei Economic and Trade Office di Indonesia, John C Chen, mengatakan pemerintah Taiwan berhasil mengumpulkan dana tambahan Rp 5 miliar. Dia berharap dana tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya.

"Kami percaya dengan berhasilnya dibangun Islamic Center di Palu dapat membantu masyarakat sekitar. Baik muslim atau tidak agar kehidupan di depan lebih bagus lagi," terangnya. (afr/knv)