Politikus PKS Kritik Langkah Edhy Prabowo Setop Penenggelaman Kapal ala Susi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 12:26 WIB
Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti (Agung Pambudhy/detikcom)
Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Anggota Komisi IV DPR F-PKS Andi Akmal Pasludin mengkritik kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang menyetop kebijakan penenggelaman kapal seperti di era Susi Pudjiastuti. Kebijakan Edhy itu dinilai sebagai langkah mundur.

"Saya berpendapat bahwa penenggelaman kapal pencuri ikan merupakan langkah penindakan hukum yang harus dilanjutkan oleh Menteri KKP baru Pak Edhy Prabowo, sehingga saya memandang merupakan langkah mundur bila hal ini dihentikan," kata Andi kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).


Menurut Andi, penindakan dengan penenggelaman kapal itu bisa membuat nyali para pencuri ikan ciut. Andi menyebut nelayan pun diuntungkan karena ketersediaan ikan melimpah.

"Karena terbukti selama ini penindakan tersebut cukup membuat pencuri ikan di perairan kita menjadi ciut nyalinya dan ini menguntungkan nelayan kita. Terbukti melimpahnya sekarang ikan di perairan kita," ujarnya.


Edhy Prabowo menyebut kapal-kapal pencuri ikan itu lebih baik diberikan kepada nelayan. Namun, menurut Andi, kebijakan penenggelaman kapal atau diberikan kepada nelayan bisa dilakukan beriringan.

"Mengenai masalah kapal pencuri ikan mau ditenggelamkan atau diberikan ke nelayan itu bisa dilakukan dua-duanya, karena efek penenggelaman kapal membuat efek jera bagi pelaku dan calon pelaku karena ada ekspose yang membuat mereka jadi malu," jelas Andi.

"Tapi dengan catatan, setelah lewat pengadilan dan bisa juga kapal yang ditangkap itu dihibahkan ke nelayan dengan prosedur yang ketat dan terbuka ke publik," lanjut dia.

Andi mengatakan dibutuhkan aturan baru jika kapal-kapal illegal fishing akan diberikan kepada nelayan. Menurutnya, kebijakan menenggelamkan kapal lebih praktis dan memberikan efek kejut.

"Dan juga harus ada aturan baru yang mengatur pemberian kapal rampasan dari pencuri ke nelayan. Sementara kalau ditenggelamkan kan lebih praktis dan memberikan efek kejut dan ekspose yang luar biasa, sehingga pencuri ikan berpikir-pikir bila mereka akan melakukan pencurian ikan di perairan kita," ungkap Andi.

Edhy Prabowo / Edhy Prabowo (Twitter/@Edhy_Prabowo)


Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan tak akan menghentikan penenggelaman kapal maling ikan seperti pendahulunya, Susi Pudjiastuti. Tapi dia tidak mau fokusnya hanya penenggelaman kapal.

Dia juga mempertimbangkan agar kapal-kapal ilegal yang disita Kejaksaan Agung diberikan untuk nelayan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kalau jargon penenggelaman kapal terus yang kita lakukan sementara pembinaan kepada nelayan dan pembudidaya ikan kita juga nggak ada, nggak jalan nggak ada gunanya," kata Edhy di Menara Kadin, Jakarta, Senin (18/11). (azr/imk)