Soal Ahok Ditawari Job Bos BUMN karena Teman Jokowi, PKS: Agak Aneh Memang

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 09:08 WIB
Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS, Mardani Ali Sera, turut menanggapi sindiran Waketum Gerindra Fadli Zon yang menyebut Ahok ditawarkan jadi bos BUMN karena pertemanan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mardani menyebut pemilihan Ahok memang terkesan aneh dan memaksa.

"Agak aneh memang pemunculan Pak Ahok. Ada kesan pemaksaan dan pembenaran. Saya setuju dengan Pak Dahlan Iskan, BUMN tidak perlu kebisingan yang tidak perlu, yang diperlukan BUMN prestasi dan profesionalitas," kata Mardani Ali, saat dihubungi, Senin (18/11/2019).



Mardani mengatakan penunjukan seseorang berdasarkan afiliasi partai politik adala hal yang tidak baik untuk BUMN. Dia juga menekankan BUMN jangan sampai terpengaruh oleh ombang-ambing politik.

"Penunjukan pribadi yang terafialiasi pada parpol bukan contoh baik good coorporate governance. Jangan buat BUMN terperosok pada ombang-ambing politik," ucapnya.



Mardani juga prihatin jika BUMN diisi oleh pemimpin yang terpilih berdasarkan koneksi. Menurutnya yang paling baik untuk BUMN yakni sosok yang memiliki rekam jejak baik di pengelolaan energi.

"Koneksi apapun menurut saya kasihan BUMN nya. Diperlukan kedewasaan dan kebijaksanaan mengelola negeri ini. Paling baik mereka yang punya track record di pengelolaan energi. Paling baik juga jika diberi kepercayaan pada anak muda yang sudah punya track record," sebutnya.



Sebelumnya Fadli Zon, ikut berkomentar soal rencana pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi pejabat BUMN. Dia menyinggung hubungan pertemanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ahok.

"Kalau P @jokowi mengangkat Ahok menjadi pejabat BUMN, itu menunjukkan hubungan mereka yang dalam," tulis Fadli Zon di Twitter, Senin (18/11/2019).

"Bukan sekedar teman politik, tapi teman sejati," sambungnya.

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan juga sempat ikut mengomentari Ahok yang ditawari jabatan pemimpin BUMN. Dahlan menyebut sebuah perusahaan butuh ketenangan. Perusahaan tidak akan maju jika hebohnya lebih besar dibanding kerjanya.

"Tapi ada prinsip yang harus dipegang: perusahaan pun perlu ketenangan. Perusahaan tidak bisa maju kalau hebohnya lebih besar dari kerjanya," ujar Dahlan.




Tonton juga video Pengakuan Ahok: Nyaris Gabung Perusahaan Erick Thohir:

[Gambas:Video 20detik]



(maa/aud)