Warga Sunter Tolak Direlokasi, Wali Kota Tawarkan Pelatihan Wirausaha

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 07:35 WIB
Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom
Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom


Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pembinaan, Penertiban, dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Meli Budiastuti, membenarkan ada beberapa unit rusun yang disiapkan Pemkot Jakarta Utara untuk korban penggusuran. Namun menurutnya, sesuai peraturan rusun tersebut tidak gratis.

"Stok unit kosong masih tersedia di beberapa lokasi rusunawa namun harus berdasarkan surat permohonan dari Wali Kota yang akan melakukan penertiban. Tidak ada pembebasan pembayaran sewa, sesuai Pergub No 111 tahun 2014 tentang mekanisme penghunian rusunawa, terhadap masyarakat terprogram yang terkena penataan sarana prasarana kota tetap membayar sewa rusun sesuai Perda 3 tahun 2012 tentang retribusi daerah dan Pergub no 55 tahun 2018 juncto Pergub no 29 tahun 2019," ucap Meli.



Penertiban bangunan di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Sunter, Jakut, dilakukan pada Kamis (14/11). Sempat terjadi ketegangan dalam penertiban tersebut karena warga mempertahankan bangunan yang sudah ditinggali puluhan tahun.

Sebagian warga korban penggusuran di Sunter, Jakarta Utara, pun menyatakan akan tetap bertahan dan menolak direlokasi ke rumah susun (rusun). Mereka menolak pindah ke rusun dengan alasan sulitnya mencari kerja.
Halaman

(maa/aud)