Kuburan Prasejarah Berisi 5 Tengkorak Manusia Ditemukan di Papua Barat

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 04:19 WIB
Foto: Berbagai fosil dan replika manusia purba di Mal OPI Palembang (Raja Adil Siregar/detikcom)
Foto: Berbagai fosil dan replika manusia purba di Mal OPI Palembang (Raja Adil Siregar/detikcom)
Jakarta - Situs penguburan zaman prasejarah Karawar ditemukan di lereng tebing Kampung Syabes, Distrik Roon, Teluk Wondama, Papua Barat. Para peneliti menemukan lima tengkorak beserta tulang manusia.

"Situs Karawar berupa ceruk yang di dalamnya terdapat lima tengkorak dan tulang-tulang manusia," kata Peneliti Senior dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, Jayapura, dilansir Antara, Senin (18/11/2019).


Penelitian situs ini dilakukan Balai Arkeologi Papua dengan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) di Teluk Wondama, Papua Barat. Hari menjelaskan di Teluk Wondama dikenal dua jenis penguburan pada masa prasejarah, yaitu penguburan primer dan penguburan sekunder.

"Pada penguburan primer, mayat dibaringkan di para-para kayu yang berada di dalam hutan, dibiarkan begitu saja untuk beberapa waktu hingga kulit dan daging mengelupas tinggal tulang," jelas Hari.



Hari melanjutkan setelah jasad tinggal tulang belulang, maka tahap penguburan dilanjutkan dengan penguburan sekunder.

"Tulang dan tengkorak dikumpulkan, selanjutnya disimpan di lubang tebing atau ceruk disertai dengan bekal kubur gerabah," terang dia.


Hari menerangkan tradisi penguburan prasejarah ini berakhir setelah masuknya agama Kristen di daerah tersebut pada 1884. Cara penguburan itupun mulai ditinggalkan.

"Pada tahun itu, agama Kristen yang diajarkan oleh pendeta Gottlieb Lodewyk Bink dari Belanda mulai masuk dan hal itupun mulai ditinggalkan," ucap Hari.



Sementara itu, Asisten II Setda Teluk Wondama, Hermin Sesa Rinding, mengatakan bahwa Situs Karawar dengan peninggalan tengkorak dan tulang-tulang manusia dapat dijadikan sebagai destinasi wisata ke depannya. Destinasi wisata yang dimaksud Hermin seperti di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Untuk itu Dinas Pariwisata Teluk Wondama perlu mengembangkan dan memanfaatkan situs ini dengan memperhatikan pelestarian situs," ujar Hermin.

(aud/maa)