detikNews
2019/11/18 21:33:06 WIB

Sebut Kasusnya Ranah Perdata, Bos First Travel Akan Ajukan PK

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sebut Kasusnya Ranah Perdata, Bos First Travel Akan Ajukan PK Foto: Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun. (Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Bos First Travel, Andika Surachman berencana mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) terkait kasusnya. Pengacara Andika, Boris Tampubolon mengaku pihaknya menemukan novum atau bukti baru.

"Iya mau PK sudah jadi tinggal submit aja. Paling tinggal minggu atau minggu depan. Soalnya kemarin itu lama nyari bukti baru tapi sudah dapat sekarang tinggal disusun lagi," kata Boris saat dihubungi, Senin (18/11/2019).


Dia berharap hakim akan sependapat dengan permohonannya bahwa kasus tersebut masuk ke ranah perdata. Sehingga kliennya hanya membayar ganti rugi dan lepas dari hukuman pidana.

"Kalau PK itu kalau dikabulkan dengan sendirinya ya meringankan pasti kalau enggak bebas ya ringan. Nah kalau yang kita minta yang kita dalilkan ini itu masalah perdata bukan pidana. Kalau perdata akibat hukumnya Andika itu cuma ganti rugi saja ke jemaah. Jadi ini soal wanprestasi ada janji mau diberangkatin enggak. Jadi secara hukum kalau ini perdata nggak bisa dibawa ke pidana." kata Boris.

"Artinya kalau majelis hakim PK berpendapat dengan kami ini masalah perdata berarti Pak Andika harus bebas lepas dari tuntutan hukum karena ini bukan tindak pidana tapi ini masalah perdata," sambungnya.

Dia mengatakan jika hakim PK nantinya berpendapat kasus tersebut merupakan ranah perdata, jemaah dipersilakan menggugat ganti rugi secara perdata. Sementara, menurutnya, aset-aset yang dirampas untuk negara harus dilepaskan.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com